Sudrajat: Pentingnya Pendidikan Berkualitas di Jawa Barat

Calon Gubernur Jawa Barat, Sudrajat, menekankan pentingnya kualitas pendidikan di Jawa Barat.

oleh Rezki Apriliya Iskandar diperbarui 11 Mar 2018, 07:29 WIB
Bakal cagub dan cawagub Jawa Barat, Mayjen (Purn) Sudrajat dan Ahmad Syaikhu di kantor DPP PKS, Jakarta, Rabu (27/12). Partai Gerindra, PKS dan PAN sepakat mengusung Sudrajat dan Ahmad Syaikhu di Pilgub Jawa Barat. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Calon Gubernur (Cagub) Jawa Barat, Sudrajat, menilai pendidikan berkualitas sangat penting diterapkan di Jawa Barat. Menurutnya, pendidikan yang baik akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul pula

"Peningkatan kualitas manusia Jawa Barat yang unggul dimulai dengan memastikan pelayanan pendidikan dasar dan menengah bagi seluruh rakyat Jawa Barat," kata Sudrajat dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Sabtu (10/3/2018).

Menurut Sudrajat, masyarakat Jawa Barat harus mendapat kemudahan akses untuk menjangkau pendidikan baik di SD, SMP, maupun SMA dan ini penting menjadi perhatian khusus.

"Sehingga sekolah terjauh dapat diakses oleh siswa secara layak. Problematika pendidikan dasar dari SD sampai SMA/SMK di Jawa Barat itu tidak dapat dilepaskan dari mutu pendidikan dan fasilitas Pendidikan," tandas calon gubernur yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN itu.

Kang Ajat, sapaan akrabnya, mengaku sudah menyiapkan sejumlah program pendidikan jika nanti terpilih menjadi gubernur Jawa Barat. Salah satunya adalah alokasi bantuan pendidikan dasar, menengah dan tinggi.

"Termasuk SLB, sekolah negeri dan swasta serta pendidikan formal dan informal," ujar pemegang gelar master in public administration dari Harvard University tersebut.

Mantan Kapuspen TNI itu juga menyiapkan program bantuan ruang kelas dan kuliah baru, serta revitalisasi sarana dan prasarana sekolah (SMA, SMK dan SLB) termasuk laboratorium dan perpustakaan sekolah

"Kita juga siap menggulirkan program bantuan untuk penyelenggara pendidikan non-formal dan informal, seperti PAUD, PKBM dan Lembaga Pelatihan dan Kursus serta beasiswa untuk pemuda, atlet, keluarga guru dan ASN, tenaga medis dan keluarga buruh," terang pria kelahiran 4 Februari 1949 itu.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya