Tas Daun Mendong dari Yogya, Tembus Mancanegara

Di tangan perajin di Sleman, mendong bisa diolah menjadi produk kerajinan tas yang cantik. Tas berbahan mendong kini laku di pasar internasional.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Mei 2011, 08:39 WIB
Liputan6.com, Sleman: Mendong atau sejenis pandan laut selama ini hanya dikenal sebagai tanaman gulma. Namun di tangan para perajin di Sleman, Yogyakarta, mendong bisa diolah menjadi produk yang bernilai. Awalnya tanaman ini hanya dimanfaatkan untuk membuat tikar tradisional.

Namun dengan sedikit sentuhan kreativitas, mendong bisa dibuat menjadi berbagai produk kerajinan yang cantik dan bernilai ekonomi tinggi. Perkembangan dan perubahan gaya hidup masyarakat telah mengubah citra barang kerajinan rakyat ini menjadi barang yang eksklusif.

Produk kerajinan anyaman mendong antara lain topi, tikar, tas, boks, dan lain-lain sesuai pesanan konsumen. Kerajinan karya anak bangsa ini juga semakin diminati oleh pasar mencanegara. Kerajinan mendong dapat beromzet hingga jutaan rupiah apabila digarap sungguh-sungguh.

Salah satu perajin daun mendong adalah Verry Yuliana. Perempuan berjilbab ini tertarik dengan kerajinan mendong karena unik. "Saya yakin tas unik dari mendong makin diminati," kata Yuliana. Ia menambahkan, saat ini punya pelanggan tetap dari Jepang dan Amerika Serikat.

Menurut Yuliana, untuk membuat tas berbahan dasar mendong tak terlalu rumit. "Sifatnya yang lentur dan ringan membuat mendong gampang dibentuk sesuai desain," katanya. Selain mendong, agar tas terlihat cantik dan indah, dibutuhkan juga rotan, agel, dan juga kulit.

Proses produksi dimulai dari desain. Selanjutnya aplikasi desain dengan menggunakan hand made sehingga satu produk punya satu ciri tersendiri. Terakhir menempelkan aksesoris. "Selama ini sudah banyak  model yang dibikin dan terus akan produksi namun mengikuti tren," ungkapnya.(JUM)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya