4 Hal yang Ditakuti Pelatih AC Milan Jelang Derby

AC Milan dan Inter Milan melakoni derby ke-167.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 04 Maret 2018, 19:00 WIB
Pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso. (AP/Alessandra Tarantino)

Liputan6.com, Jakarta - Pelatih AC Milan Gennaro Gattuso tengah dielu-elukan. Keberhasilannya mengangkat AC Milan membuat penukung bersemi kembali.

Sempat terseok-seok di awal musim hingga pertengahan Desember 2017, AC Milan kini kembali membidik tiket Liga Champions, target yang mereka patok di awal musim.

Dalam 13 pertandingan terakhir di semua kompetisi, I Rossoneri tak pernah menelan kekalahan. Mereka memetik sepuluh kemenangan dan tiga hasil imbang. Pada laga terakhir pekan lalu, Leonardo Bonucci dan kawan-kawan secara meyakinkan menekuk AS Roma 2-0 di Stadio Olimpico.

Rentetan hasil positif tersebut tidak pelak membuat manajemen klub berencana memberi kontrak jangka panjang bagi Gattuso.

Namun, Gattuso masih harus melewati beberapa rintangan berat. Minggu (4/3/2018), AC Milanakan menghadapi Inter Milan dalam Derby della Madonnina edisi ke-197.

Meski tengah di atas angin, Gattuso tetap mencemaskan banyak hal. Dari pengakuannya saat sesi konferensi pers jelang pertandingan, setidaknya ada empat hal yang ditakutinya. Apa saja? Berikut ulasannya.


Mitos Derby

Pemain Inter Milan, Mauro Icardi mencetak gol melalui titik putih ke gawang AC Milan pada pekan kedelapan Liga Italia di Stadion Giuseppe Meazza, Minggu (15/10). Gol Inter Milan diborong oleh Icardi, 3-2. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Satu hal yang paling ditakuti Gattuso adalah mitos Derby della Madonnina. Di Kota Mode, ada tahayul yang menyatakan tim yang tidak diunggulkan bakal memenangkan derby.

Jika melihat kondisi saat ini, status tersebut menjadi milik Inter Milan. Setelah menang besar atas Chievo Verona (5-0) pada 3 Desember 2017, malapetaka menghampiri mereka.

Dalam 11 laga terakhir di Serie A, I Nerazzuri hanya menang dua kali. Performa tersebut membuat mereka tak lagi ikut bersaing memperebutkan scudetto. Tak cuma itu, mereka juga disingkirkan AC Milan dari ajang Coppa Italia.

“Hal yang paling saya takuti adalah sejarah derby ini, karena biasanya tim yang sedang terpuruk lebih sering keluar sebagai pemenang,” kata Gattuso, seperti dilansir Football Italia.

Derby malam nanti merupakan edisi yang ke-167 di Serie A. Dalam pertemuan sebelumnya, Inter Milan masih lebih unggul dibanding AC Milan. I Nerazzuri menang 62 kali, sedangkan I Rossoneri berjaya di 51 kesempatan.


Status Tim Favorit

Selebrasi pelatih dan pemain AC Milan ketika berhasih melaju ke final Coppa Italia usai menundukkan Lazio di Stadio Olimpico, Roma, Italia, Rabu (28/2). (Angelo Carconi / ANSA via AP)

Gattuso juga cemas para pemain akan lengah jika dianggap sebagai favorit pada laga kali ini. Ketakutan ini dinilai wajar karena sudah sering terbukti, tim yang tengah naik daun bisa terpeleset jika menganggap remeh lawan.

Lanjut Baca:

Terpuruknya Inter Milan dalam tiga bulan terakhir menyebabkan faktor tersebut. Di saat mereka tengah melambung tinggi dan memimpin puncak klasemen di pekan 16, La Beneamata menyambut Udinese tanpa kewaspadaan. Tak dianya mereka keok 1-3. Pekan ini pimpinan klasemen Napoli juga mengalami hal yang sama. Di tengah rasa percaya diri tinggi karena terus meraih kemenangan dalam 10 laga terakhir, I Partenopei menyerah 2-4 di hadapan AS Roma. “Saya tidak suka orang-orang menganggap kami sebagai favorit. Padahal kenyataanya Inter Milan unggul delapan poin dari kami,” ujar Gattuso. “Saya takut orang-orang mendadak menganggap AC Milan tim fantastis dan melupakan kondisi beberapa bulan lalu. Kami ini belum melakukan apapun dan masih perlu menjadi sebuah tim. Kami memiliki potensi untuk melakukan hal yang luar biasa. Tapi kami tidak boleh lupa kalau harus selalu berjuang dan kerja keras,” Gattuso menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya