Disebut Berpeluang Jadi Cawapres Jokowi, Ini Jawaban Airlangga

Airlangga Hartarto menyebut, cawapres untuk mendampingi Jokowi harus dilihat dari elektabilitasnya

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 01 Maret 2018, 04:13 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (kanan) menyalami sejumlah musisi dalam diskusi panel di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/2). Para musisi mengeluhkan praktik tata niaga industri yang belum berkeadilan. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto enggan berspekulasi bahwa dia akan dipilih dan dimajukan sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Joko Widodo atau Jokowi di Pilpres 2019.

"Kita istigasah dulu. Kita enggak mau berandai-andai. Kita berdoa saja dulu," ucap Airlangga di kantor DPP Golkar, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Soal Jokowi yang sempat menyinggung namanya, dia pun masih berpandangan itu hanya bercandaan saja. "Ya kan namanya juga lagi guyon," tutur Menteri Perindustrian itu.

Airlangga menyebut, cawapres untuk mendampingi Jokowi harus dilihat dari elektabilitasnya. Namun, semuanya masih melihat perkembangan yang ada.

"Ya nanti kita lihat perkembangan, elektabilitasnya," ungkap Airlangga.

Dia pun tak mau berandai-andai, akan menjadi cawapres Jokowi bila mendapat restu dari mantan Ketum Golkar sekaligus Wapres Jusuf Kalla.

"Nanti saya tanya Pak JK," tandas Airlangga Hartarto.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Peluang Airlangga

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (dua kanan) berpose dalam diskusi bersama musisi di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Kamis (22/2). Golkar dan musisi berdiskusi tentang tantangan dan harapan mereka di industri musik. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sebelumnya, Politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung mengatakan, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto memiliki peluang menjadi calon wakil presiden untuk Joko Widodo atau Jokowi, di Pemilihan Presiden 2019.

"Kalau Ketum partai (Airlangga Hartarto) tentu memiliki peluang karena dia merupakan tokoh dan posisi tertinggi di dalam partai," ucap Akbar di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Namun, Wakil Ketua Dewan Kehormatan Partai Golkar ini menampik hal ini sudah resmi dibicarakan. Pasalnya, sampai sekarang partai berlambang pohon beringin tersebut belum membahas calon wakil presiden pendamping Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya