Diskusi Bareng Quipper: Melangkah Maju dengan Teknologi dan Pendidikan

Quipper, perusahaan teknologi pendidikan global terkemuka menggelar sesi panel berjudul "Melangkah Maju dengan Teknologi dan Pendidikan"

oleh Gilar Ramdhani diperbarui 12 Feb 2018, 17:31 WIB
Quipper, perusahaan teknologi pendidikan global terkemuka menggelar sesi panel berjudul "Melangkah Maju dengan Teknologi dan Pendidikan"

Liputan6.com, Jakarta Saat ini, dunia tengah disibukkan dengan hingar bingar inovasi di bidang teknologi. Banyak negara berlomba-lomba untuk menciptakan teknologi terkini agar dapat mempermudah aspek kehidupan manusia dan menemukan hal-hal baru.

Teknologi telah masuk ke dalam berbagai sendi kehidupan melalui berbagai macam industri yang kita konsumsi tanpa kita sadari. Teknologi melalui internet dan gawai telah membuka berbagai macam kemungkinan dalam kehidupan kita. Hal ini berlaku untuk setiap industri, transportasi, keuangan hingga pendidikan.

Karena belajar, sejatinya bukan hanya datang ke sekolah. Pendidikan yang menjadi dasar utama pembentukan karakter seorang manusia adalah lebih dari itu. 

Pendidikan tidak boleh hanya dibatasi di kelas, tapi menjangkau jauh dan luas. Namun penggunaan teknologi dalam pendidikan masih perlu penyesuaian. Adaptasi perlu dipikirkan secara mendalam karena teknologi yang kini dikatakan mendisrupsi, sesungguhnya tidak hanya memiliki dampak positif tapi juga menimbulkan dampak negatif bila tidak bijak dan berhati-hati.

Mengulas lebih jauh tentang pendidikan dan teknologi, Quipper, perusahaan teknologi pendidikan global terkemuka menggelar sesi panel berjudul "Melangkah Maju dengan Teknologi dan Pendidikan" di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, Senin (12/2).

Diskusi tersebut melibatkan panelis; Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Republik Indonesia - Drs. Gatot Pramono, M.PET; Co Founder dan Country Manager Quipper - Takuya Homma; CEO Bahaso - Tyovan Arie, dan Pakar Pendidikan - Itje Chodijah, dengan Moderator Maudy Ayunda yang juga merupakan brand ambassador Quipper. 

Tyovan Arie, pendiri Bahaso berkomentar bahwa sangat penting untuk menghubungkan berbagai titik strategis dalam peta pendidikan untuk melangkah maju. "Bukan hanya penggunaan teknologi canggih tetapi juga memahami peran setiap pemangku kepentingan, mengerti risiko, tantangan, dan dampaknya, bagi generasi saat ini maupun mendatang," ujar Tyovan Arie.

Tentu peran teknologi perlu diselaraskan bersamaan dengan ekosistem pendidikan yang telah ada. Sistem pendidikan tradisional yang melibatkan guru, sekolah, perguruan tinggi dan orang tua tidak serta merta tersingkirkan hanya karena akses luas terhadap informasi yang menjanjikan metode belajar mandiri.

Itje Chodijah, selaku pakar dan ahli pendidikan yang sudah malang melintang selama lebih dari 35 tahun mempercayai peran guru, orang tua dan sekolah tidak akan tergantikan karena pendidikan bukan hanya tentang mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga pembentukan karakter.

"Maka dari itu peran teknologi dimaksudkan sebagai alat untuk membantu proses pembelajaran, membuka akses dan meningkatkan kualitas," tuturnya.

Mengenai acara yang digagas Quipper ini, Gatot Pramono mengungkapkan bahwa pemerintah sangat mengapresiasi sehingga semua dapat berdialog bersama untuk membahas masalah dan mencari solusi.

"Saya yakin dengan teknologi, para pendidik dan institusi pendidikan dapat mengatur materi dan proses lebih efisien, lebih fokus kepada pembentukan karakter anak, membangkitkan minat, dan penanaman cara berpikir konseptual dan kritis dengan kelas interaktif. Ini sesuai dengan cita-cita pemerintah untuk menjadikan siswa-siswi Indonesia pemimpin masa depan Asia dan memberikan bekal kemampuan untuk bersaing di tingkat global," kata Gatot.

Co Founder dan Country Manager Quipper, Takuya Homma mengatakan bahwa pihaknya juga percaya penggunaan teknologi yang dibarengi dengan pendidikan berkualitas dapat diraih.

"Secara bersama-sama kita dapat mendorong pendidikan ke arah yang lebih baik, memberikan materi pendidikan berkualitas, menghubungkan guru dan siswa di seluruh Indonesia, berbagi pengetahuan, secara cepat dan tepat kepada orang yang membutuhkannya," tutup Takuya.

 

Co Founder dan Country Manager Quipper - Takuya Homma memberikan plakat kepada Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom), Kemendikbud, Drs. Gatot Pramono, M.PET

Sekilas Tentang Quipper

Sebagai bagian dari komitmen dan semangat Quipper untuk memberdayakan ekosistem pendidikan di Indonesia, Quipper bekerja sama dengan para pemangku kepentingan termasuk sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten di seluruh Indonesia, Dinas Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Dasar dan Tingkat Menengah, Ikatan Guru Indonesia, dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMOLEC).

Layanan Quipper, termasuk Quipper School dan Quipper Video telah membantu siswa menerima pendidikan berkualitas tanpa batasan dan memberdayakan pendidik untuk menyebarkan wawasan.

Pada bulan Maret 2017, Quipper School telah digunakan oleh lebih dari 4 juta siswa dan 350,000 guru di seluruh dunia. Di Indonesia, Quipper School digunakan oleh lebih dari 2,5 juta siswa dan guru, hingga ke pelosok negeri. Secara Global, Quipper Video digunakan oleh lebih dari 500.000 pelajar. Quipper memiliki lebih dari 600 karyawan dan beroperasi di lima negara, yaitu Inggris, Jepang, Filipina, Meksiko dan Indonesia. 

Saat ini, Quipper telah ‎menyiapkan paket intensif SBMPTN 2018 untuk para pelajar yang berencana masuk perguruan tinggi negeri. Pada layanan Quipper Video, terdapat Paket Intensif SBMPTN 2018 dikhususkan untuk siswa kelas 12 SMA untuk menyambut SBMPTN 2018 di bulan Mei. 

Paket Intensif SBMPTN 2018 tersebut terdiri dari video tips dan trik menjawab soal SBMPTN, kisi-kisi video pembahasan SBMPTN 2018, bank soal dari tahun 2013 - 2017, prediksi SBMPTN 2018, dan try out SBMPTN 2018. Seluruh materi dirancang untuk memberikan solusi yang tepat, cepat, dan praktis.

 

 

(PR)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya