Liputan6.com, Kabul: Mantan Raja Afghanistan Zahir Shah mengajak seluruh rakyatnya bersama-sama membangun negara. Zahir Shah menyampaikan hal itu saat tampil dalam acara televisi bertajuk "Bersilaturahmi dengan Raja" di Kabul, Afghanistan, baru-baru ini. Pria berusia 86 tahun itu tampil bersama dengan pemimpin interim sekaligus Perdana Menteri Afghanistan Hamid Karzai. Zahir Shah menyatakan kegembiraan bisa kembali ke tanah kelahirannya. Pemimpin yang pernah berkuasa selama empat dekade tersebut berharap bisa melakukan sesuatu yang berguna untuk negara multietnis itu.
Hamid Karzai juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Zahir Shah atas kepulangannya ke Tanah Air. Dia berharap kepulangan pemimpin yang dipanggil "Yang Mulia" itu bisa membawa kedamaian dan stabilitas, serta mendorong pembangunan kembali Afghanistan. Pemimpin yang mengasingkan diri selama 29 tahun di Italia itu diharapkan bisa menjadi simbol nasional untuk menyatukan kelompok-kelompok etnis yang masih bertikai [baca:Bekas Raja Afghanistan Tiba di Kabul].
Sebagian besar warga Afganistan berharap Zahir Shah bisa menyatukan beragam etnis dan kelompok. Pertikaian antaretnis di Negara Asia Tengah itu karena ketiadaan tokoh panutan yang bisa diterima semua suku. Bagi tetua etnis Pasthun, suku bangsa terbesar di Afghanistan dan suku Zahir Shah, kepulangan sang mantan Raja diharapkan akan mengisi posisi tertinggi di lembaga Loya Jirga atau Dewan Tetua Adat Afghanistan. Loya Jirga adalah Dewan Legislatif Nasional Afghanistan yang terdiri dari para ulama dan tokoh masyarakat. Mereka bertugas membentuk pemerintahan permanen di negeri itu setelah era rezim Taliban berakhir. Lembaga ini juga pernah meminta Osama bin Laden secara suka rela meninggalkan Afghanistan [baca: Jirga Meminta Osama Meninggalkan Afghanistan].
Negeri berpenduduk 26 juta jiwa itu terdiri dari suku Pashtun (38 persen), Tajikistan (25 persen), Hazara (19 persen), suku minoritas (12 persen), dan Uzbekistan (enam persen). Dalam komposisi pemerintahan Karzai, etnis Pashtun menduduki posisi Perdana Menteri dan Kementerian Keuangan yang dipegang Hidayat Amin Arsala, Sedangkan Kementerian Dalam Negeri, Luar Negeri, dan Pertahanan dipercayakan kepada etnis Tajikistan yakni Yunus Qanuni, Abdullah Abdullah, dan Muhammad Fahim. Pembentukan Loya Jirga diagendakan akan berlangsung pada pertengahan Juni 2002. Pertemuan itu akan menentukan pemerintahan transisi pimpinan Karzai bakal diteruskan atau perlu dibentuk sebuah pemerintahan baru.(COK/Uri)
Hamid Karzai juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Zahir Shah atas kepulangannya ke Tanah Air. Dia berharap kepulangan pemimpin yang dipanggil "Yang Mulia" itu bisa membawa kedamaian dan stabilitas, serta mendorong pembangunan kembali Afghanistan. Pemimpin yang mengasingkan diri selama 29 tahun di Italia itu diharapkan bisa menjadi simbol nasional untuk menyatukan kelompok-kelompok etnis yang masih bertikai [baca:Bekas Raja Afghanistan Tiba di Kabul].
Sebagian besar warga Afganistan berharap Zahir Shah bisa menyatukan beragam etnis dan kelompok. Pertikaian antaretnis di Negara Asia Tengah itu karena ketiadaan tokoh panutan yang bisa diterima semua suku. Bagi tetua etnis Pasthun, suku bangsa terbesar di Afghanistan dan suku Zahir Shah, kepulangan sang mantan Raja diharapkan akan mengisi posisi tertinggi di lembaga Loya Jirga atau Dewan Tetua Adat Afghanistan. Loya Jirga adalah Dewan Legislatif Nasional Afghanistan yang terdiri dari para ulama dan tokoh masyarakat. Mereka bertugas membentuk pemerintahan permanen di negeri itu setelah era rezim Taliban berakhir. Lembaga ini juga pernah meminta Osama bin Laden secara suka rela meninggalkan Afghanistan [baca: Jirga Meminta Osama Meninggalkan Afghanistan].
Negeri berpenduduk 26 juta jiwa itu terdiri dari suku Pashtun (38 persen), Tajikistan (25 persen), Hazara (19 persen), suku minoritas (12 persen), dan Uzbekistan (enam persen). Dalam komposisi pemerintahan Karzai, etnis Pashtun menduduki posisi Perdana Menteri dan Kementerian Keuangan yang dipegang Hidayat Amin Arsala, Sedangkan Kementerian Dalam Negeri, Luar Negeri, dan Pertahanan dipercayakan kepada etnis Tajikistan yakni Yunus Qanuni, Abdullah Abdullah, dan Muhammad Fahim. Pembentukan Loya Jirga diagendakan akan berlangsung pada pertengahan Juni 2002. Pertemuan itu akan menentukan pemerintahan transisi pimpinan Karzai bakal diteruskan atau perlu dibentuk sebuah pemerintahan baru.(COK/Uri)