Liputan6.com, Solo - Partai klasik akan kembali tersaji dalam babak delapan besar Piala Presiden 2018 antara Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (3/2/2018). Ada aroma dendam yang sangat kental melatari pertandingan nanti.
Publik tentu masih ingat duel tim era perserikatan pada partai final Liga 2 2017 lalu. Saat itu, Persebaya sukses mengangkangi PSMS dengan skor 3-2 via drama 120 menit.
Advertisement
Menatap laga ini, Persebaya Surabaya tentu punya kans lolos besar. Selain pengalaman menang, secara geografis, mereka juga diprediksi akan didukung oleh ribuan Bonek Mania di Solo.
Terlebih, Persebaya kini sudah bertransformasi total menatap Liga 1 2018. Dihadapkan dengan grup yang sulit, mereka berhasil melenggang ke babak delapan besar dengan status juara grup, melampaui Madura United, tim berperingkat lima Liga 1 2017 lalu.
Apalagi, faktanya Persebaya selalu unggul dalam dua kali pertemuan terakhir lawan PSMS pada fase genting. Selain final Liga 2 2017, Bajul Ijo berhasil menang drama adu penalti dengan skor 6-5 (1-1) pada play-off Divisi Utama ISL 2009 lalu.
Menebar Teror
Yohanes Pahabol juga diprediksi akan menebarkan teror dalam laga nanti. Pemain yang musim lalu perkuat Persipura Jayapura itu sudah dua kali menjadi penyelamat Bajul Ijo pada babak grup lewat golnya.
"Pertemuan ini (melawan PSMS) akan berbeda. Mereka sudah menambah pemain dan kami juga memiliki pemain baru. Kami tahu mereka bermain bagus dan bekerja keras. Kami berusaha untuk mengontrol pertandingan. Setelah itu kami akan lihat seperti apa hasilnya. Biasanya kami seperti itu," ujar Alfredo Vera sebelum laga.
Benar kata Vera, sebab PSMS di Piala Presiden 2018 ini menjelma jadi tim kuda hitam yang wajib diwaspadai. Mereka punya daya sengat mengerikan untuk para calon lawannya.