Liputan6.com, Jakarta: Isu tak sedap menimpa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat WikiLeaks menyebarkan sejumlah hal dan dikutip dua harian Australia, The Age dan Sydney Morning Herald.
Wapres Boediono tak tahan untuk berdiam diari. Lewat akun Twitter-nya, Boediono yang sedang berada di Canberra, Australia menyatakan, "Bocoran informasi Wikileaks mengenai Presiden SBY yang beredar di media massa harus kita pertanyakan akurasinya. Sumbernya adalah catatan diplomat yang masih mentah dan tidak diverifikasi kebenarannya."
Selanjutnya, ia menulis, "Maka berita-berita tersebut sama sekali tidak menggoyahkan keyakinan saya terhadap integritas maupun kredibilitas Bapak Presiden RI. Presiden SBY dan saya berbagi cita-cita yang sama. Sebagai Wakil Presiden dan seseorang yang telah cukup lama bekerjasama dengan Beliau."
Terakhir, ia menyatakan, "Saya yakin sepenuhnya dan tidak mempunyai keraguan sedikit pun bahwa Beliau mempunyai niat tulus untuk memajukan & menyejahterakan bangsa dengan melanjutkan reformasi, memberantas korupsi, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih." (YUS)
Wapres Boediono tak tahan untuk berdiam diari. Lewat akun Twitter-nya, Boediono yang sedang berada di Canberra, Australia menyatakan, "Bocoran informasi Wikileaks mengenai Presiden SBY yang beredar di media massa harus kita pertanyakan akurasinya. Sumbernya adalah catatan diplomat yang masih mentah dan tidak diverifikasi kebenarannya."
Selanjutnya, ia menulis, "Maka berita-berita tersebut sama sekali tidak menggoyahkan keyakinan saya terhadap integritas maupun kredibilitas Bapak Presiden RI. Presiden SBY dan saya berbagi cita-cita yang sama. Sebagai Wakil Presiden dan seseorang yang telah cukup lama bekerjasama dengan Beliau."
Terakhir, ia menyatakan, "Saya yakin sepenuhnya dan tidak mempunyai keraguan sedikit pun bahwa Beliau mempunyai niat tulus untuk memajukan & menyejahterakan bangsa dengan melanjutkan reformasi, memberantas korupsi, serta mewujudkan pemerintahan yang bersih." (YUS)