Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah menggelar uji coba strikerisasi bahan bakar minyak bersubsidi pada kendaraan angkutan umum. Uji coba ini langsung dipraktikkan terhadap Mikrolet 01 trayek Senen-Kampung Melayu di Terminal Senen, Jakarta, Rabu (23/2) [baca: Pemprov DKI Lakukan Ujicoba Pembatasan BBM Bersubsidi].
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono menjelaskan, program stikerisasi BBM bersubsidi pada kendaraan berpelat kuning adalah program pemerintah. "Agar BBM bersubsidi tepat sasaran bagi yang membutuhkannya," ujar Udar.
Program ini adalah kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda).
Buat kelancaran program, menurut Udar, pihaknya akan menggandeng lima pom bensin atau SPBU. Dua SPBU di Jatinegara, dua di Matraman, dan satu pom bensin di Kramat Raya.
Sementara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso berharap dengan uji coba itu, baik pengguna angkutan maupun pengemudi akan diuntungkan. Adapun uji coba tersebut juga dihadiri Direktur Migas Kementerian ESDM Evita Legowo.(ADI/ANS)
Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono menjelaskan, program stikerisasi BBM bersubsidi pada kendaraan berpelat kuning adalah program pemerintah. "Agar BBM bersubsidi tepat sasaran bagi yang membutuhkannya," ujar Udar.
Program ini adalah kerja sama antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda).
Buat kelancaran program, menurut Udar, pihaknya akan menggandeng lima pom bensin atau SPBU. Dua SPBU di Jatinegara, dua di Matraman, dan satu pom bensin di Kramat Raya.
Sementara, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso berharap dengan uji coba itu, baik pengguna angkutan maupun pengemudi akan diuntungkan. Adapun uji coba tersebut juga dihadiri Direktur Migas Kementerian ESDM Evita Legowo.(ADI/ANS)