Respons Dishub soal Organda DKI Ingin Avanza Jadi Angkot

Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan, sudah ada beberapa agen tunggal pemegang merek yang mendaftar.

oleh Delvira HutabaratDiterbitkan 21 Desember 2017, 20:17 WIB
Sejumlah angkot berderet menunggu calon penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (12/7). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan semua angkot harus ber-AC paling lambat Februari 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Sigit Wijatmoko mengatakan, pihaknya belum mendengar rencana Organda DKI yang ingin menjadikan mobil jenis low MPV seperti Toyota Avanza sebagai angkutan kota (angkot) di ibu kota.

Sigit mengingatkan, pihaknya mengacu pada peraturan dari Kemenhub terkait tipe angkot. Oleh karena itu, apabila Kemenhub belum mengeluarkan Sertifikat Registrasi Uji Tipe (SRUT), maka Pemprov DKI tidak akan mengakomodasi rencana Organda tersebut.  

"Kalau belum ada keputusan dari Kemenhub kami enggak bisa akomodir," ujar Sigit, Jakarta, Kamis (21/12/2017).  

Menurut Sigit, Organda tidak dapat serta merta menjadikan Avanza sebagai angkot.

"Mereka mengacunya tipe kendaraan online, tapi kan enggak bisa serta-merta jadi angkutan perkotaan," ujar dia. 

Beberapa Sudah Daftar

Angkot menunggu calon penumpang di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, Rabu (12/7). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menargetkan semua angkot harus ber-AC paling lambat Februari 2018. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Ketua Organda DKI Shafruhan Sinungan mengatakan, sudah ada beberapa agen tunggal pemegang merek yang mendaftarkan produknya untuk digunakan sebagai angkot, seperti Toyota Transmover, Wuling Confero, Suzuki APV, dan Daihatsu Gran Max.

Shafruhan menyebut, nantinya angkot di Jakarta akan dilengkapi dengan AC dan tempat duduknya pun mirip kendaraan pribadi, bukan saling berhadapan.

Trayek angkot dengan model Transmover atau versi paling rendah dari Avanza ini juga akan berubah.

"Makanya akan dilakukan re-routing untuk menyentuh langsung wilayah-wilayah permukiman masyarakat,” ucap Shafruhan kepada Liputan6.com, Kamis (21/12/2017).

Sinergi OK-Otrip

Ratusan taksi dan angkutan umum gelar aksi mogok tolak transportasi online di alun-alun Kota Purwokerto, Selasa (17/10). Bupati dan perwakilan sopir angkutan akan temui Menteri Perhubungan di Jakarta.(Liputan6.com/Pool/ Dimas dan Neto Adrianto)

Dia juga menyatakan, penyegaran angkot ini nantinya akan bersinergi dengan program pemerintah DKI Jakarta, yaitu one karcis one trip (OK-Otrip).

Program ini dibuat dengan maksud seluruh moda transportasi di Ibu Kota, termasuk bus kecil atau angkot menjadi Feeder TransJakarta.

"Jadi masyarakat cukup sekali bayar Rp 5.000, walau berpindah dengan moda lain atau TransJakarta," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya