Sinopsis Tuhan Ada di Mana-Mana: Markasan-Omeh Sumpahi Ilham

Berikut sinopsis sinetron Tuhan Ada di Mana-Mana yang akan tayang sore ini.

oleh Puji Astuti HPS diperbarui 07 Des 2017, 14:50 WIB
Para bintang sinetron Tuhan Ada di Mana-Mana. (Instagram)

 

Liputan6.com, Jakarta Warga Kampung Jambu beramai-ramai ke rumah sakit untuk menjenguk Ilham (Aditya Zoni). Markasan (Qubil AJ) seperti biasa, memilih acuh bahkan terus mendoakan buruk keluarga Okim (Aditya Hervapi). Namun karena jadi gunjingan warga, Markasan dan Omeh (Cut Memey) akhirnya ikut datang ke rumah sakit. Kunjungan keduanya pun langsung menuai pujian. Namun siapa sangka, lagi-lagi mereka bikin kekacauan.

Apa yang mereka lakukan kali ini hingga membuat Ilham, Tinjun (Devi Permatasari), dan warga kembali mengelus dada? Berikut sinopsis sinetron Tuhan Ada di Mana-Mana episode 64 yang akan tayang Kamis, 7 Desember 2017 sore ini.

Foto dok. Liputan6.com

Semua orang menatap Tinjun yang membuka bungkus tongkat. Saat pembungkus terbuka, semua wajah langsung berubah tegang dengan mata melotot dan bibir ternganga. Semuanya pun mengucap istighfar. Tongkat yang ada di tangan Tinjun ternyata batang pohon singkong yang atasnya dibungkus kertas, dan bawahnya diberi alas sendal jepit bekas yang diikat dengan karet. Tinjun menjerit keras. Markasan dan Omeh terpingkal-pingkal. Wajah Ilham merah padam. Matanya berkilat antara marah dan mau menangis.

Warga Kampung Jambu berkumpul di masjid. Markasan lalu mengumumkan sesuatu. Dia mau mengajak semua warga untuk menyaksikan proses penangkapan Landung yang menabrak Darno. Markasan bilang, ia sudah melaporkan Landung dan Sadut ke kantor polisi. Tiba-tiba terdengar suara lantang Omen. Markasan menoleh kaget, tapi tetap menantang. Semua menggeleng kepala dan mengucap Istighfar mendengar ucapan Markasan. Omen juga tampak ternganga tak terima mendengar ucapan Markasan. Namun Markasan sendiri tidak perduli.

Markasan lantas pulang dengan wajah gembira. Ia merasa aksinya kali ini didukung para warga. Saat ia bicara sendiri, mendadak seutas tali merentang di tengah jalan dan lalu menyengkat kakinya. Markasan pun jatuh dengan wajah menimpa tanah becek, hingga bajunya kotor kena lumpur. Markasan mengangkat wajahnya dengan kesal. Terdengar tawa Omen dan Bibil yang ada di seberang jalan tengah memegang ujung-ujung tali yang merentang kuat.

Kong Caman baru selesai sholat Magrib. Dia lalu keluar rumah sambil membawa segelas kopi. Saat mau duduk, Kong Caman mendengar teriakan Bibil. Saat tiba di dekat Kong Caman, Bibil dan Omen langsung sembunyi di balik tubuh Kong Caman dan membuatnya bingung. Kong Caman kaget mendengar teriakan Markasan. Dia langsung mendongak menatap Markasan yang terus mendekat dengan wajah emosi.

Foto dok. Liputan6.com

Okim tiba di rumah dan mendengar suara Tinjun menangis sedih dan keras. Okim tersentak kaget, lalu segera membuka pintu dan masuk. Okim terkejut melihat Tinjun menangis menggerung-gerung. Tinjun langsung cerita soal Markasan dan Omeh yang menyumpahi kaki Ilham bakal cacat. Okim kaget dan heran dengan kedua orang itu. Okim juga geram sekali mendengar pengaduan Tinjun. Okim tak terima anak dan istrinya dihina. Okim pun langsung melangkah keluar dengan emosi.

Apa yang akan dilakukan Okim untuk membalas perlakuan Markasan-Omeh kali ini? Benarkah kesabaran Okim kini sudah habis? Saksikan kisah lengkapnya dalam sinetron Tuhan Ada di Mana-Mana malam ini mulai pukul 16.45 WIB, hanya di SCTV.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya