5 Bintang MU yang Seharusnya Tak Dijual Ferguson

Fergie selalu sukses mengubah pemain biasa menjadi bintang saat bermain bersama MU.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 Desember 2017, 20:00 WIB
Manajer MU, Sir Alex Ferguson (kanan) berbincang-bincang dengan coach Rene Meulensteen saat sesi latihan di Carrington, Manchester, 6 April 2009 jelang laga perempat final Liga Champions. AFP PHOTO/PAUL ELLIS

Liputan6.com, Jakarta Tak bisa disangkal, Sir Alex Ferguson merupakan sosok paling berjasa bersama Manchester United (MU). Dialah manajer yang membuat klub tersebut sangat ditakuti dan bersejarah di Inggris.

Fergie dikenal karena strateginya di bursa transfer. Dia acap mendatangkan pemain-pemain yang awalnya diremehkan, tapi sukses disulap menjadi bintang saat bermain bersama MU.

Tengok saja pemain-pemain semacam Eric Cantona, Cristiano Ronaldo, Ole Gunnar Solskjaer dan Edwin van der Sar. Namun sayangnya, Fergie acap menjual pemain yang sudah menjadi bintang.

Uang penjualannya memang menggiurkan. Namun, beberapa di antaranya malah jadi keputusan yang buruk.

Ada lima contoh pemain bintang MU yang seharusnya tak dijual Fergie. Siapa saja? Berikut daftarnya dikutip Sportskeeda:

vidio:](https://www.vidio.com/watch/789840-eks-gelandang-borussia-dortmund-segera-gabung-manchester-united)


Jaap Stam

Bek Tengah - Jaap Stam, kehadirannya membuat Schmeichel merasa aman karena permainan yang disiplin. Bek asal Belanda itu disebut oleh Johan Cruyff sebagai salah satu pemain bertahan terbaik dunia. (AFP/Adrian Dennis)

Jaap Stam adalah salah satu bek paling sukses di era Liga Primer. Dia adalah bagian penting dari saat Red Devils meraih treble winners dan menjalani tiga musimnya di sana sebagai juara Liga Inggris.

Punya postur tinggi, Stam cepat, kuat secara fisik, sangat baik di udara dan sosok yang mengintimidasi di lini belakang United. Namun, dia terpaksa meninggalkan klub tersebut karena kesalahpahaman dengan Fergie.

Stam pindah ke Lazio dalam kesepakatan 16,5 juta pound sterling pada tahun 2001. Dia kemudian pergi untuk mencapai hal-hal hebat di Lazio dan merupakan bagian penting dari tim Milan yang kalah dari Liverpool di final Liga Champions 2005 yang terkenal di Istanbul.

Dia memiliki tugas singkat dengan Ajax, sebelum pensiun pada tahun 2007 sebagai salah satu bek tengah terbaik di dunia. Ferguson kemudian mengakui bahwa membiarkan Stam meninggalkan United adalah salah satu keputusan terburuk yang pernah dibuatnya.


Gerard Pique

Gerard Pique mendukung MU bisa mengalahkan City dalam perebutan juara Liga Inggris musim ini. (OLI SCARFF / AFP)

Bila Anda memiliki Nemanja Vidic dan Rio Ferdinand yang bermain di belakang, tidak mungkin bagi Pique untuk bangkit. Apalagi kala itu dia baru berusia 21 tahun.

Inilah kisah Gerard Pique di Manchester United. Dia adalah salah satu bek muda paling menggairahkan di Liga Inggris saat melakukan debut bersama United tahun 2004.

Lanjut Baca:

Dia membuat debut penuh untuk United pada 2006, tetapi tidak pernah bisa masuk ke tim utama secara konsisten. Pique akhirnya pindah dari United ke klub masa kecilnya, Barcelona, 2008 dan kemudian menjadi salah satu bek tengah terbaik di dunia. Pique merupakan bagian penting Barcelona yang telah mengangkat 6 gelar La Liga dan 3 gelar Liga Champions. Ia juga memenangkan Piala Dunia bersama Spanyol pada 2010 dan EURO2012.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya