Bawaslu: Isu SARA Masih Kencang di Pilkada 2018

Menurut Bawaslu, daerah paling rawan pada pilkada 2018 antara lain Papua, Maluku, dan Kalimantan Barat.

oleh Yandhi Deslatama diperbarui 29 Nov 2017, 06:24 WIB
Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar. (Liputan6.com/Yandhi Deslatama)

Liputan6.com, Serang - Bawaslu memprediksi isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) masih akan kencang berhembus di Pilkada 2018. Isu ini diduga masih kencang bersanding dengan politik uang dan pengerahan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Itu akan menjadi highlight 2018. Itulah mengapa makanya kita membuat indeks kerawanan ini untuk memberikan warning kepada penyelenggara negara," kata Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar, saat ditemui di kantor Bawaslu Banten, Kota Serang, Selasa 28 November 2017.

Oleh karena itu, Fritz meminta seluruh KPU, polisi, pemerintah daerah (pemda), untuk bersama-sama mencegah segala macam potensi kecurangan pilkada guna meminimalisasi kerawanan pemilu.

"Baik KPU, pemerintah daerah, kepolisian, harus tahu apa yang menjadi fokus pencegahan dan pengawasan," ujar Fritz.

Menurut dia, daerah paling rawan pada pilkada 2018 antara lain Papua, Maluku, dan Kalimantan Barat. Disusul Sumatera Utara (Sumut) dan Jawa Timur (Jatim).

Urutan daerah kerawanan ini berbeda dengan yang dikeluarkan oleh Mabes Polri. Polri menyebut daerah paling rawan pada pilkada 2018 yakni Sumut, Jawa Barat (Jabar), Jatim, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Papua.

"Memang beda survei, kita tidak bisa samakan dengan kepolisian. Indeks yang kita gunakan memang berbeda dengan kepolisian," kata Fritz.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya