Liputan6.com, Jakarta: Badan Musyawarah (Bamus) Betawi meminta Forum Betawi Rempug (FBR) dibubarkan. Permintaan itu dilontarkan sebagai reaksi atas kasus penyerangan dan penganiayaan anggota FBR terhadap massa Urban Poor Consortium (UPC) atau Konsorsium Masyarakat Miskin Kota di Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis silam. Desakan pembubaran terhadap organisasi yang didirikan Juli tahun silam itu dikemukakan tokoh sekaligus pengurus Bamus Betawi Sofyan Murtadho di Jakarta, Ahad (31/3) [baca: Sebanyak Sembilan Anggota FBR Diperiksa].
Menurut Sofyan, tindakan anarkis massa FBR terhadap anggota UPC pimpinan Wardah Hafidz telah mencoreng nama Betawi. "Paling tidak, Bamus Betawi meminta FBR tak memakai embel-embel nama Betawi," kata Sofyan.
Sofyan juga menegaskan, seluruh organisasi kemasyarakatan Betawi seharusnya berinduk pada Bamus. Hingga kini tercatat, ada 67 organisasi masyarakat Betawi yang tergabung. "Sementara FBR sama sekali tak tercantum," Sofyan menegaskan.
Sebelumnya, Ketua Umum Bamus Betawi Abdul Syukur pernah mengajak FBR bergabung [baca: Bamus Betawi Mengajak FBR Bergabung]. Namun, Ketua FBR Kiai Haji Ahmad Fadloli El-Muhir menyatakan menolak bergabung dengan Bamus Betawi. Sebab, Bamus dianggap tak menampung aspirasi kalangan Betawi di lapisan bawah. "Sementara FBR terus bergulat untuk mengentaskan pengangguran anak-anak Betawi," kata Fadloli [baca: FBR, untuk Pengangguran Hingga Bentrokan].(YYT/Rike Amru dan Dwi Guntoro)
Menurut Sofyan, tindakan anarkis massa FBR terhadap anggota UPC pimpinan Wardah Hafidz telah mencoreng nama Betawi. "Paling tidak, Bamus Betawi meminta FBR tak memakai embel-embel nama Betawi," kata Sofyan.
Sofyan juga menegaskan, seluruh organisasi kemasyarakatan Betawi seharusnya berinduk pada Bamus. Hingga kini tercatat, ada 67 organisasi masyarakat Betawi yang tergabung. "Sementara FBR sama sekali tak tercantum," Sofyan menegaskan.
Sebelumnya, Ketua Umum Bamus Betawi Abdul Syukur pernah mengajak FBR bergabung [baca: Bamus Betawi Mengajak FBR Bergabung]. Namun, Ketua FBR Kiai Haji Ahmad Fadloli El-Muhir menyatakan menolak bergabung dengan Bamus Betawi. Sebab, Bamus dianggap tak menampung aspirasi kalangan Betawi di lapisan bawah. "Sementara FBR terus bergulat untuk mengentaskan pengangguran anak-anak Betawi," kata Fadloli [baca: FBR, untuk Pengangguran Hingga Bentrokan].(YYT/Rike Amru dan Dwi Guntoro)