Heboh Nelayan Temukan Ikan 'Hiu Zaman Purba'

Profesor Margarida Castro mengatakan, ikan hiu tersebut mendapatkan namanya dari susunan giginya yang berjumlah 300 buah.

oleh Liputan6.com diperbarui 13 Nov 2017, 15:31 WIB
Profesor Margarida Castro mengatakan, ikan hiu tersebut mendapatkan namanya dari susunan giginya yang berjumlah 300 buah (SIC Noticas)

Liputan6.com, Algarve - Ilmuwan asal Portugal tidak sengaja menangkap ikan yang diyakini adalah seekor "hiu dari zaman dinosaurus" di pantai Algarve.

Hiu langka ini ditemukan di jaring kapal, yang sedang menjalankan proyek milik Uni Eropa untuk "meminimalisasi tangkapan yang tak diinginkan dalam iklan untuk industri perikanan."

Dilansir dari Independent.co.uk (13/11/2017), dalam sebuah press release yang dilaksanakan oleh Alliance of Mediterranean News Agencies (AMAN), para ilmuwan dari Institute For The Sea and Atmosphere, Portugal, menyatakan ikan hiu tersebut sebagai "fosil hidup".

Setelah diketahui dari fosil yang ada, hiu tersebut berasal dari 80 juta tahun yang lalu.

Penemuan dari ikan hiu tersebut -seekor jantan dengan panjang 1,5 meter dan ditangkap dalam kedalaman 700 meter di lepas pantai Portimao- dinyatakan sebagai temuan langka.

Sangat sedikit yang diketahui tentang ilmu biologi dan tempat tinggal dari hiu tersebut. Selain itu, ikan ini juga hampir tidak pernah tertangkap (oleh jaring nelayan).

Ikan hiu yang memiliki bentuk seperti belut dan bergerak seperti ular ini, disebut-sebut sebagai inspirasi dari cerita ular laut milik para pelaut, setelah Samuel German pertama kali mempelajari hiu ini pada tahun 1884.

Profesor Margarida Castro dari University of the Algavre mengatakan kepada Sic Noticias bahwa ikan hiu tersebut mendapatkan namanya dari susunan giginya yang berjumlah 300 buah.

Gigi tersebut sangat membantu ikan hiu untuk menjebak cumi-cumi, ikan dan ikan hiu lainnya dalam sebuah pertarungan.

Ikan hiu ini sangat jarang ditemukan dalam keadaan hidup. Meskipun tidak berbahaya bagi manusia, para ilmuwan tidak sengaja melukai dirinya sendiri saat sedang meneliti gigi spesies tersebut. (Affifa Zahra)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya