Cek Persiapan Asian Games, Menteri Basuki Jajal Stadion Renang

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjajal stadion renang di Gelora Bung Karno (GBK) yang akan menjadi arena pertandingan Asian Games 2018

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 12 Nov 2017, 16:00 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berenang di Kompleks Stadion GBK (Foto: Kementerian PUPR)

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menjajal stadion renang di Gelora Bung Karno (GBK) yang akan menjadi arena pertandingan Asian Games XVIII pada Agustus 2018. Ini merupakan bagian dari pengecekan usai renovasi tuntas.

Pengecekan kualitas stadion renang ini dilakukan saat soft launching sebagai tanda selesainya pekerjaan renovasi yang sudah dikerjakan sejak Agustus 2016.

"Renovasi venue olahraga ini menghabiskan biaya tidak sedikit, sehingga kualitasnya harus dicek. Jika ada satu saja yang jelek, maka bisa dianggap nanti jelek semua kualitasnya. Saya minta pengecekan secara detail, bukan pengujian secara acak,” tegas Basuki dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (12/11/2017).

Selain memeriksa hasil pekerjaan, Menteri Basuki pun atau berenang di kolam. Venue olahraga ini juga siap digunakan pada tes event Asian Games yang akan digelar pada Februari 2018. Sementara pesta olahraga terbesar di Asia ini akan diselenggarakan pada 18 Agustus 2018.

Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya melakukan renovasi arena renang GBK dengan membuat empat kolam, yakni Kolam Utama untuk pertandingan (51,20 m x 25 m x 3 m), Kolam Polo Air (50 m x 25 m x 3 m), Kolam Loncat Indah (21 m x 25 m x 5 m) dan Kolam Pemanasan (20 m x 50 m x 1,4-2 m).

Stadion ini juga dilengkapi dengan 8.000 kursi penonton termasuk tribun teleskopik, ruang pers dan penyiaran, serta ruangan pendukung lainnya.

Konsep stadion renang GBK sebagian tertutup. Sedangkan pada bagian yang terbuka bertujuan mencegah terjadinya karat akibat penguapan klorin dari kolam renang, sekaligus mendapatkan lanskap yang indah.

Konstruksi dilaksanakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 274 miliar.

Pada Oktober 2017, arena ini sudah dilakukan verifikasi oleh Independen Surveyor dan Perwakilan Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Hasilnya dianggap telah memenuhi persyaratan tertinggi dari Federasi Renang Dunia (FINA) dan hasil verifikasi tersebut sudah dibawa ke FINA untuk mendapatkan sertifikasinya.

Untuk diketahui bahwa stadion renang GBK merupakan salah satu dari enam bangunan cagar budaya di GBK. Proses renovasi yang dilakukan juga telah memenuhi kaidah-kaidah pelestarian bangunan cagar budaya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya