Liputan6.com, Jakarta: Ratusan buruh yang tergabung dalam aliansi Front Perjuangan Rakyat turun ke jalan menuntut perbaikan hak dasar mereka yang bertepatan dengan peringatan hari Hak Asasi Manusia Sedunia, Jumat (10/12),
Aksi damai yang diikuti ratusan buruh tani dan pabrik berjalan kaki mulai dari bundaran HI menuju ke Istana Merdeka dengan membawa bendera dan spanduk tuntutan. Dalam orasinya, mereka mengaku kerap ditindas hak-haknya seperti ancaman PHK, sistem kontrak, upah yang tidak layak, masalah buruh migran, hingga larangan bergabung dengan serikat kerja. Menurutnya, politik upah murah yang dijalankan pemerintah terhadap buruh dan pekerja mengakibatkan hilangnya jaminan kesejahteraan buruh.
Pendemo juga menilai Pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gagal memenuhi dan melindungi HAM yang merupakan hak dasar rakyat. (Adi/ARI)
Aksi damai yang diikuti ratusan buruh tani dan pabrik berjalan kaki mulai dari bundaran HI menuju ke Istana Merdeka dengan membawa bendera dan spanduk tuntutan. Dalam orasinya, mereka mengaku kerap ditindas hak-haknya seperti ancaman PHK, sistem kontrak, upah yang tidak layak, masalah buruh migran, hingga larangan bergabung dengan serikat kerja. Menurutnya, politik upah murah yang dijalankan pemerintah terhadap buruh dan pekerja mengakibatkan hilangnya jaminan kesejahteraan buruh.
Pendemo juga menilai Pemerintahan yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono gagal memenuhi dan melindungi HAM yang merupakan hak dasar rakyat. (Adi/ARI)