4 Pelatih dengan Masa Tersingkat di AC Milan Sejak 2014

Lantaran kekalahan dari Sampdoria, posisi Montella sebagai pelatih AC Milan mulai digoyang.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 25 September 2017, 19:30 WIB
AC Milan tak berdaya, takluk dari Sampdoria dengan skor 0-2 di Serie A Liga Italia, Minggu (24/9). (AFP Photo/Filippo Monteforte)

Liputan6.com, Jakarta - Serie A musim 2017/2018 baru memainkan enam pertandingan. Namun, AC Milan, klub raksasa yang telah menggelontorkan dana 230 juta euro untuk belanja pemain musim panas lalu, sudah kalah dua kali.

Terakhir, Minggu (24/9/2017), klub asuhan Vincenzo Montella itu dihajar tim medioker Sampdoria dua gol tanpa balas di Stadion Luigi Ferraris. Akibat kekalahan itu, kursi kepelatihan Montella kini mulai diributi fans AC Milan.

Di Twitter, Milanisti ramai menuliskan tanda pagar (tagar) #Montellaout, sebagai bentuk kekecewaan mereka. Mereka ingin pelatih 41 tahun itu dipecat lantaran dianggap tidak mumpuni untuk menukangi klub sebesar AC Milan.

Sejatinya, kepelatihan Montella cukup baik dibanding beberapa pelatih sebelumnya. Meski belum mampu mengantarkan AC Milan kembali berkompetisi di Liga Champions, setidaknya ia meloloskan I Rossoneri ke Liga Europa.

Selain itu, mantan pelatih Sampdoria itu juga sudah mempersembahkan gelar Super Coppa Italiana Januari lalu.

Jika dirunut ke belakang, pelatih AC Milan sering berganti sejak tahun 2014, tepatnya sejak Massimiliano Allegri diberhentikan di bulan Januari. Sejak saat itu, sebelum Montella datang, sudah ada empat pelatih yang diberhentikan dalam waktu yang terbilang singkat, di mana umur kepelatihan mereka tak lebih dari satu musim.

 

 


1. Clarence Seedorf (16 Januari 2014 - 9 Juni 2014)

Clarence Seedorf ditunjuk sebagai pelatih AC Milan pada 16 Januari 2014, menggantikan Massimiliano Allegri yang dipecat setelah bertahan selama tiga setengah musim. Penunjukan Seedorf sebagai pelatih baru cukup mengejutkan banyak pihak kala itu karena ia baru saja pensiun sebagai pensiun sebagai pemain dua hari sebelumnya (14 Januari 2014).

Clarence Seedorf (AFP/Fabio Muzzi)

Banyak pihak yang meragukan kemampuan Seedorf dalam melatih waktu itu. Dan benar saja, mantan pemain AC Milan di era 2002-2012 itu hanya bertahan selama enam bulan dan memimpin dalam 22 laga. Di akhir musim 2013/2014, ia langsung dipecat karena hanya mampu membawa I Rossoneri finis di peringkat delapan.

Lanjut Baca:

Selepas gagal di Milan, Seedorf sempat dipercaya melatih klub Tiongkok, Shenzhen FC pada 7 Juli 2016. Namun, lagi-lagi mantan pemain Timnas Belanda itu gagal. Ia hanya bertahan lima bulan dan diberhentikan pada 4 Desember di tahun yang sama. Setelah itu sampai sekarang, Seedorf tidak lagi melatih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya