Kembali ke Desa, Kembali ke Visesa Ubud

Di Desa Visesa Ubud pengunjung bisa merasakan sensasi bercocok tanam, juga mengangon bebek, hingga membajak sawah menggunakan sapi.

oleh Liputan6.com diperbarui 18 Sep 2017, 22:30 WIB
Suasana Desa Visesa Ubud (Foto: Dok Visesa)

Liputan6.com, Gianyar - Banyak orang urban merindukan suasana desa yang damai nan permai. Kehidupan kota yang keras berikut tekanan pekerjaan memang membuat lelah warganya. Karena itu desa selalu menjadi tujuan untuk menyegarkan diri kembali.

Salah satu destinasi dengan suasana pedesaan yang alami itu Desa Visesa di Ubud, Bali. Lokasinya tidak jauh dari pusat Ubud atau hanya sekitar 10 menit dengan kendaraan.

Saat kita memasuki areanya, kita akan melewati Gerbang besar dan jalanan menurun. Setelah masuk wisatawan akan berada di area seluas 6,5 hektare di tengah hamparan persawahan dengan fasilitas Desa Visesa yang mengelilinginya.

Untuk mengelilingi area resort yang luas ini terdapat fasilitas buggy yang siap mengantar para tamu ke kamar, maupun ke fasilitas lainnya atau sekadar berjalan-jalan. Selain hawa sejuk dan pemandangan indah, pengunjung akan mendapatkan sajian lezat sambil menikmati pemandangan sawah.

Semua makanan yang dimasak bahannya diambil dari kebun di sekitar resort. Semua hasil tumbuhan yang di tanam dapat dibeli di Warung Tani. Bila wisatawan menginginkan belajar bertani dapat mengikuti pelatihan di Desa Visesa Ubud.

Menurut Kepala Desa Visesa, Edi Suarayasa, penataan lokasi Desa Visesa Ubud dirancang untuk menangkap rasa dari sebuah kehidupan desa di Bali. “Kami ingin memuaskan rasa ingin tahu tentang kehidupan sehari-hari khususnya tentang kehidupan masyarakat Ubud,” ujarnya.

Di Desa Visesa Ubud pengunjung bisa merasakan sensasi bercocok tanam. Secara umum, program yang ditawarkan adalah mengenal kegiatan sehari-hari orang pedesaan di Bali, seperti mengangon bebek, membajak sawah menggunakan sapi, mebanten (tradisi menghaturkan persembahan), bertani, memandikan sapi.

“Kita ingin memperkenalkan apa saja kegiatan yang ada di Desa Visesa melalui program kembali ke desa,” Ujar Edi.

Dia mengatakan, pihaknya ingin menciptakan perjalanan spesial bagi tamu yang mengunjungi Ubud, mengintegrasikan budaya lokal, dan menciptakan kembali suasana segar bagi para tamu melalui serangkaian layanan berbeda dan unik. “Kami juga berusaha berkontribusi terhadap budidaya pertanian permakultur yang akan sangat menjanjikan," katanya.

Edi menjelaskan Desa Visesa Ubud memberikan kesenangan dan pengalaman yang berbeda kepada setiap tamu yang menginap. “Tamu bisa melakukan sesuatu yang bisa membahagiakan, seperti arti Visesa yakni berbahagia, mereka dapatkan pengalaman di sini," katanya.

Suasana Desa Visesa Ubud (Foto: Dok Visesa)
Menurut PR dan Marcomm Manager Desa Visesa Ubud Yanti Lestari, pihaknya tidak hanya menonjolkan resort atau villa, tapi menghadirkan banyak kegiatan yang menceritakan kehidupan masyarakat desa dari pagi sampai sore.

“Resort ini sudah beroperasi pada Juli 2016 dan terletak di areal persawahan Ubud, memiliki 66 private pool villa dan 40 kamar suite," jelasnya.

Yanti menjelaskan, Desa Visesa Ubud berkonsep kontemporer Bali, dan mempertahankan unsur arsitektur kuno, menjadi daya tarik tersendiri untuk menjadi pilihan menginap di Ubud. Selain pariwisata, Villa Visesa memberikan kontribusi yang nyata dan kuat terhadap lingkungan sekitarnya, salah satu caranya menyiapkan lahan untuk pertanian dan dalam pencarian tenaga kerja, masyarakat sekitar yang diutamakan.

Desa Visesa Ubud telah mendedikasikan lebih dari dua hektare lahan untuk budidaya organik yang tumbuh secara eksklusif dengan kompos alami. Berbagai jenis tumbuhan telah ditanam untuk mengendalikan hama pengganggu. Sehingga bisa memaksimalkan daur ulang limbah tanpa menggunakan energi berlebih.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya