Putri Jepang Resmi Bertunangan dengan Pria Biasa

Putri Mako dikabarkan akan menikah dengan Kei Komuro tahun depan. Pria itu adalah teman sekelasnya saat berkuliah.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 04 Sep 2017, 09:09 WIB
Putri Mako dan tunangannya Kei Komuro akan menikah tahun depan (AP Photo/Shizuo Kambayashi)

Liputan6.com, Tokyo - Putri Mako (25), cucu tertua Kaisar Jepang Akihito (83), mengumumkan pertunangannya dengan seorang pria dari kalangan rakyat jelata. Laki-laki tersebut adalah Kei Komuro (25), teman sekelas Mako ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan di seluruh negeri untuk mengumumkan pertunangannya, Putri Mako mengaku bahwa ia merasa sangat bahagia.

"Sedari kecil saya sadar bahwa saya akan menanggalkan gelar kebangsawanan begitu saya menikah. Ketika saya bekerja untuk membantu Kaisar dan memenuhi tugas-tugas sebagai anggota keluarga kekaisaran sebanyak mungkin, saya menghargai kehidupan pribadi saya," ungkap Putri Mako seperti dikutip dari Daily Mail pada Senin (4/9/2017).

Calon suami Mako bekerja di sebuah firma hukum. Ia pernah memenangi kontes promosi pariwisata yang menobatkannya sebagai "Prince of the Sea". Dalam penampilan resmi perdananya, Kei mengakui bahwa ia telah melamar Mako lebih dari tiga tahun lalu.

Pertunangan keduanya pada awalnya direncanakan akan diumumkan pada Juli lalu. Namun, pasangan ini memutuskan untuk menundanya dengan pertimbangan bagian selatan Jepang tengah dirundung banjir parah.

Seorang pejabat Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang mengatakan pernikahan Putri Mako dan Kei akan berlangsung setelah musim panas 2018.

Kelak ketika menikah dengan Kei, Putri Mako yang merupakan anak sulung dari Pangeran Akishino diharuskan untuk melepas gelar kebangsawanannya. Tradisi kontroversial tersebut tidak akan berlaku bagi kaum pria anggota keluarga kekaisaran Jepang. Kaisar Akihito dan dua putranya diketahui menikah dengan perempuan dari kalangan rakyat biasa.

Kabar terkait rencana pernikahan Putri Mako dan Kei memicu kekhawatiran tentang masa depan kekaisaran Jepang mengingat jumlah keluarga salah satu kerajaan tertua di dunia tersebut terus menyusut.

Kondisi tersebut menghangat kembali perdebatan apakah UU terkait pelepasan gelar kebangsawanan harus diubah, sehingga anak perempuan yang terlahir dalam keluarga kekaisaran dapat terus melanjutkan peran mereka kendati menikah dengan orang biasa. Hal ini dinilai dapat meningkatkan jumlah pewaris takhta bagi sebuah monarki yang tidak mengizinkan perempuan menduduki singgasana.

Bagaimanapun pada Juni lalu terjadi perubahan. Parlemen memberlakukan undang-undang yang memungkinkan Kaisar Akihito turun takhta dan membuka jalan bagi Pangeran Naruhito untuk menggantikannya.

Pangeran Naruhito sendiri tidak memiliki anak laki-laki maka yang berada pada urutan pewaris takhta kedua adalah adiknya, Akishino. Berikutnya, adalah putra Akishino, yakni Pangeran Hisahito.

 

Saksikan video menarik berikut:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya