KOLOM: Pelajaran dari Sundulan Thanabalan

Thanabalan membuat kesal seluruh fans Timnas Indonesia gara-gara sundulannya ke gawang Satria Tama.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 01 September 2017, 08:12 WIB
Kolom Bola Asep Ginanjar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Thanabalan Nadarajah. Rasanya siapa pun yang mengaku pendukung timnas Indonesia pasti kesal bukan kepalang kepada striker Malaysia yang satu ini. Gara-gara gol sundulannya ke gawang Satria Tama pada semifinal, pupus sudah harapan Indonesia mencapai target supermuluk, emas SEA Games 2017.

Target emas di SEA Games memang masih terlalu berlebihan. Tak bisa dimungkiri, PSSI telah mendatangkan seorang pelatih hebat. Luis Milla adalah pelatih yang membawa Spanyol juara Piala Eropa U-21 pada 2011 meskipun itu dengan bantuan Juan Mata dan Javi Martinez yang setahun sebelumnya berada di skuat La Roja saat menjuarai Piala Dunia 2010.

Akan tetapi, membebankan target emas dengan waktu yang hanya sekitar setengah tahun, terasa kurang realistis. Memang betul, impian harus digantungkan setinggi langit. Di mana pun berkompetisi, kita harus punya keinginan juara. Namun, bukankah manusia juga harus bisa mengukur dirinya? Lagi pula, seperti pernah dibahas di kolom ini sebelumnya (Satu Asa untuk Luis Milla), Luis Milla bukanlah Midas yang dengan sentuhannya bisa mengubah apa pun menjadi emas.

Beruntunglah ada gol menyesakkan dari Thanabalan. Berkat gol itu, insan-insan sepak bola negeri ini tak lantas terbuai dan lantas mendewakan Milla. Gol itu juga setidaknya mengembalikan kita pada kesadaran bahwa tak ada prestasi yang instan. Harus ada proses.

Akui sajalah masa-masa sekarang hingga beberapa tahun ke depan sebagai awal proses itu. Tak perlu muluk bermimpi terlebih dahulu. Tak perlulah terbuai mimpi emas SEA Games dan 4-besar Asian Games bila kita masih terlelap, tak ada gebrakan nyata dalam memajukan persepakbolaan dari akar rumput hingga kompetisi tertinggi.



Lalu, apakah Milla telah gagal? Kalau hanya berpatokan pada target, tentu saja gagal. Lha wong dia cuma bisa membawa Hansamu Yama Pranata cs. meraih perunggu, bukannya emas. Namun, bila kita melihat perkembangan timnas di bawah asuhannya, dia tidak bisa begitu saja disebut gagal. Tak bisa dimungkiri, ada perubahan dalam permainan Tim Merah-Putih.
Lanjut Baca:

Apalagi bila kita menyadari bahwa ini hanyalah awalan. Andaipun tak bisa menembus semifinal Asian Games pada tahun depan,[ Luis Milla](3078706 "") tidak pantas disebut gagal bila terus membuat Merah-Putih bermain dengan lebih baik. Masa iya di tahap awal saja sudah harus juara?

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya