Jangan Korbankan Kesehatan Karena Salah Olah Daging Kambing

Ketahui bagaimana cara yang tepat agar olahan daging kambing selama Idul Adha tidak menyebabkan masalah kesehatan.

oleh OShop pada 28 Agu 2017, 10:16 WIB
Ketahui bagaimana cara yang tepat agar olahan daging kambing selama Idul Adha tidak menyebabkan masalah kesehatan.

Liputan6.com, Jakarta Lumrah rasanya jika olahan daging kambing menjadi menu utama selama perayaan Idul Adha nanti. Meskipun mengandung zat besi dan Vitamin B12 yang penting untuk kesehatan, mengonsumsi daging kambing tanpa pertimbangan kesehatan malah bisa merugikan. Mulai dari terkena sembelit, naiknya kolesterol dalam darah, asam urat, sampai stroke. Ketahui dulu hal-hal yang perlu diperhatikan dalammengonsumsi daging kambing selama perayaan Idul Adha berikut ini.

Kontrol Waktu dan Jumlah

Konsumsi daging kambing yang teratur baik untuk pembentukan hormon, protein darah, perbaikan sel yang rusak, dan peningkatan enzim. Namun selama perayaan Idul Adha, jika kita memiliki daging kambing yang berlebih, baiknya kita mengontrol waktu dan jumlah daging kambing yang kita konsumsi. Jangan setiap waktu makan, menunya adalah olahan daging kambing.

Itu karena mengonsumsi banyak daging kambing dalam waktu singkat dapat memicu sembelit. Tidur malam kita pun dapat terganggu karena hal itu, sebab daging kambing yang dikonsumsi secara berlebih bisa merangsang terjadinya refluks lambung. Jadi, tidak perlu sampai terlalu bernafsu menghabiskan banyak daging kambing sekaligus, ya.

Perhatikan Bagian yang Dimakan

Terutama untuk kita yang menderita tekanan darah atau kolesterol tinggi, perhatikan bagian daging kambing yang akan kita konsumsi. Cobalah untuk mengindari bagian jeroan, bagian dari kambing yang paling berpotensi untuk meningkatkan kadar asam urat darah. Selain menjaga jumlah yang kita konsumsi, pilihlah bagian-bagian yang cenderung aman dan tidak menjadi titik berkumpulnya lemak.

Teknik dalam Mengolah

Daging kambing yang diolah dengan cara dibakar dan dimasak berpotensi menyumbang masalah besar. Para pakar meyakini hal itu dapat menghasilkan heterocyclic amines yang diyakini sebagai pemicu kanker. Selain itu, penggunaan santan dan garam pada teknik pengolahan gulai daging kambing pun diyakini dapat memicu penyakin kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Cobalah mengolah daging kambing yang kita miliki menjadi sop. Namun ada satu hal yang perlu diingat, relakanlah air rebusan pertama daging kambing kita karena kandungan lemaknya sangat tinggi. Nah, kira-kira itulah hal-hal yang singkat yang perlu kita perhatikan dalam mengonsumsi daging kambing selama perayaan Idul Adha.

Soal alat masak yang aman kita gunakan, yang memungkinkan memasak dengan sedikit minyak dan air, sekaligus tidak menambah potensi penyakit, cek di sini.


(Adv)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya