Pulau Dewata Bikin Jatuh Cinta Jurnalis asal Jepang

Sebanyak 6 jurnalis dari Osaka, Jepang melakukan famtrip ke Bali.

oleh Gilar Ramdhani diperbarui 27 Agu 2017, 13:05 WIB
Sebanyak 6 jurnalis dari Osaka, Jepang melakukan famtrip ke Bali.

Liputan6.com, Denpasar Sebanyak 6 jurnalis dari Osaka, Jepang melakukan famtrip ke Bali. Mereka betul-betul dibuai rasa cinta akan keindahan alam dan budaya di Pulau Dewata itu. Bali makin kuat menjadi destinasi pilihan buat para turis dari Negeri Sakura.

Wartawan tersebut berasal dari berbagai media ternama di Jepang seperti dari Kyodo News, Chunichi Shinbun, Outdoor Japan, Sanyo Shinbun, Kobe Shinbun dan Sankei Shinbun.

Mereka mengaku sangat terkesan dengan kunjungan singkat ke Bali. Selama berada di Bali mereka bertandang ke lokasi wisata Angels Billabong, Broken Beach dan Kelingking Beach di Nusa Penida, Bali.

Menurut Rie Miyosi dari Outdoor Japan, pejalanannya ke Indonesia dan Bali terutama bukan kali pertama. Dia mengaku sudah pernah menunjungi Bali akhir tahun lalu dan melihat tari kecak di Uluwatu.

Menurut dia, Bali memang pantas jadi destinasi nomor satu di Indonesia, selain memiliki panorama bagus, keindahan alam di Bali menjadi daya tarik sendiri bagi warga turis.

Rie menjelaskan, Bali bukan cuma pantai seperi Kuta, Legian, Seminyak. Lebih dari itu, Bali menyimpan segudang destinasi wisata papan atas di dunia. Menurut Rie, akses sulit untuk menuju lokasi wisata menjadi nilai tambah tersendiri untuk para turis

“Datang ke Angels Billabong, Broken Beach dan Kelingking Beach di Nusa Penida sempat menemui kesulitan mengakses memang agak sulit, namun itu bagus," ucap Rie

Kalau aksesnya sangat mudah, destinasi nanti akan terlalu ramai atau dengan kata lain sudah mainstrem (biasa). "Jadi memang harus memerlukan perjuangan untuk bisa melihat sesuatu yang indah,” tutur Rie Miyosi, wartawan olahraga luar ruang di Jepang, Kamis (24/8).

Belasan jurnalis itu tiba di Bali sejak Senin (21/8) sore dan langsung menuju pantai Jimbaran. Selama di pantai, mereka menikmati matahari terbenam sambil menikmati makan malam berupa hidangan seafood yang sangat segar.

Pada Rabu (23/8) pagi mereka menyeberang ke Nusa Penida, keindahan lanskap di Broken Beach membuat mereka takjub, keunikan destinasi dengan nama setempat Pasih Uug itu langsung mereka abadikan lewat bidikan kamera. Mereka merekam panorama dari berbagai sudut, untuk menghasilkan gambar terbaik untuk dipublikasikan di surat kabar mereka di Jepang,

Junya Konegawa, fotografer sekaligus penulis dari Kobe Shinbun mengakui bahwa Bali memiliki pemandangan alam cantik dan unik.  Keremahan penduduk pedasaan membuat farmtrip menjadi menyenangkan.

Karakteristik penduduknya yang ramah dan suasana perdesaan yang khas membuat peserta famtrip sangat suka dengan Bali. Terlebih saat dirinya bangun pagi dan berjalan melihat keramah tamahan penduduk Bali ditambah dengan udara pagi hari yang sangat segar di sana.

"Sepanjang mata memandang saya melihat pantai indah, panorama sangat bagus. Itu menjadi pemandangan menakjubkan. Awalnya, saya sebagai orang Jepang mengggap Indonesia itu memiliki udara yang sangat panas, tidak beda jauh dengan Jepang dan begitu pula kebanyakan orang jepang.

Ternyata setelah saya tiba, udara di Bali sangat sejuk dan udaranya sangat bagus. Saya akan menulis untuk itu dan menginfokan ke semua masyarakat Jepang jika bali menjadi tempat yang harus dikunjungi,” ujarnya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gede Pitana didampingi Asisten Deputi Penegmbangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu mengatakan, langkah mengundang para jurnalis itu, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam meningkatkan awareness dan timbulnya keinginan untuk berwisata ke Indonesia, lewat publikasi dari media di negara mereka.

Selain itu, lanjut Vinsensius Jemadu, kunjungan famtrip ini bakal menambah referensi kepada media di Jepang mengenai produk pariwisata yang ada di berbagai destinasi di Indonesia. Sehingga dengan dipublikasikannya berita tersebut, destinasi wisata dapat dikenal secara viral melalui media sosial maupun menceritakan pengalaman secara langsung kepada kerabat.

“Warga Jepang memiliki awarness yang masih sangat terhadap media yang menjadi pusat informasi di negaranya. Hal Ini bisa membangkitkan dan memberikan citra yang baik bagi Pariwisata di Indonesia. Para jurnalis tersebut diwajibkan memviralkan di akun media sosialnya masing-masing, selain memberitakannya di media,” dia mengungkapkan.

Terpisah, Menteri Pariwisata Arief Yahya menambahkan, melalui pemberitaan oleh media-media Jepang, akan banyak warga Jepang mengenal Bali dan berimbas pada kunjungan turis asal Jepang ke Bali.

"Famtrip, mendatangkan endorser pariwisata, pelaku bisnis pariwisata, media, itu penting untuk serangan udara, efektif mempengaruhi opini public travellers. Karena itu, harus menggunakan media Jepang yang dibaca oleh masyarakat di sana," kata Arief Yahya.

(*)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya