Liputan6.com, Tibet: Bagi warga Tibet, Tangka atau lukisan Sang Buddha adalah benda suci. Tak heran, jika mereka memasang Tangka itu di dinding-dinding biara. Konon, lukisan Sang Buddha dapat membantu para biarawati saat bermeditasi. Bahkan, pada acara khusus mereka menghamparkan Tangka di tempat terbuka. Misalnya, pada acara tahunan Festival Doa Bersama yang digelar di Tibet, baru-baru ini.
Pada upacara kali ini, Tangka raksasa berukuran 21X17 meter dihamparkan di sebuah bukit supaya terlihat jelas oleh seluruh umat yang berkumpul untuk berdoa. Dengan melihat tangka, seolah-olah Buddha ada di hadapan mereka. Itulah sebabnya, mereka akan bersujud sebagai tanda hormat bila berhadapan dengan Tangka.
Tangka raksasa itu dibuat para seniman tradisional. Lukisan dibuat dalam berbagai ukuran di atas kanvas dan dibordir. Namun, para pelukis tetap harus mengikuti peraturan, terutama soal detail lukisan. Bahan pewarna yang digunakan adalah campuran pewarna mineral dan tumbuhan. Namun, seiring perkembangan zaman, proses pembuatan Tangka kini berubah. Sebagian seniman, ada yang menggunakan emas atau bahan pewarna sintetis sebagai sarana melukis.(KEN/Uri)
Pada upacara kali ini, Tangka raksasa berukuran 21X17 meter dihamparkan di sebuah bukit supaya terlihat jelas oleh seluruh umat yang berkumpul untuk berdoa. Dengan melihat tangka, seolah-olah Buddha ada di hadapan mereka. Itulah sebabnya, mereka akan bersujud sebagai tanda hormat bila berhadapan dengan Tangka.
Tangka raksasa itu dibuat para seniman tradisional. Lukisan dibuat dalam berbagai ukuran di atas kanvas dan dibordir. Namun, para pelukis tetap harus mengikuti peraturan, terutama soal detail lukisan. Bahan pewarna yang digunakan adalah campuran pewarna mineral dan tumbuhan. Namun, seiring perkembangan zaman, proses pembuatan Tangka kini berubah. Sebagian seniman, ada yang menggunakan emas atau bahan pewarna sintetis sebagai sarana melukis.(KEN/Uri)