Menhan Beber Keuntungan Beli Sukhoi Baru

Indonesia akan membeli 11 pesawat Sukhoi, sedangkan Rusia akan membeli sejumlah komoditas Tanah Air.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 23 Agu 2017, 09:09 WIB
Menhan Ryamizard Ryacudu saat menghadiri Rapim Kemhan RI Tahun 2016, Jakarta, Selasa (12/1/2016). Rapat membahas tentang meningkatkan sistem pertahanan negara dan kemandirian industri pertahanan. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia dan Rusia sepakat imbal dagang. Indonesia akan membeli 11 pesawat Sukhoi, sedangkan Rusia akan membeli sejumlah komoditas Tanah Air. Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengatakan 11 pesawat Sukhoi SU-35 ini akan datang dua tahun lagi atau 2019.

"Setelah tanda tangan, dua tahun baru akan sampai sini," ucap Ryamizard di kantornya, Jakarta, Selasa (22/8/2017).

Dia menuturkan, ada beberapa keuntungan yang didapat oleh Indonesia terkait pembelian Sukhoi ini. Salah satunya mendapat harga murah.

"Yang kita beli ini US$ 90 juta, bisa dua-duanya. Menembak dan mengebom, lengkap. Saya nawar sudah lama, buka harga US$ 150 juta," cerita Ryamizard.

Selain itu, lanjut dia, sistem imbal dagang ini membantu ekspor Indonesia. "Ini juga membantu ekspor keluar jadi ada nilai tambah," tutur Ryamizard.

Dia juga mengungkapkan, Indonesia diberikan keleluasaan untuk layanan pemeliharaan dan perbaikan atau acap kali disebut MRO. Sebab, pemeliharaan ini bakal dapat dilakukan di Indonesia.

"Ada transfer teknologinya. Jadi tidak usah dibawa lagi ke Rusia, jauh dan mahal. Dengan ada di sini banyak untungnya. Apalagi yang punya Sukhoi di Asia (Tenggara) ada dua yaitu Malaysia dan Vietnam. Mereka setuju dan langsung ke Rostec," ungkap Ryamizard.

Oleh karena itu, agar proyek bernilai US$ 1,14 miliar ini semakin cepat terealisasi, Indonesia akan mengundang Rostec untuk berkunjung ke Tanah Air.

"Biar ini cepat selesai, saya undang mereka ke sini. Mungkin minggu depan atau bulan depan," pungkas Ryamizard.

Saksikan video menarik berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya