Sampah Menumpuk, Sungai Mancas Menjelma Tempat Pembuangan Akhir

Gara-gara tumpukan sampah bertahun-tahun, warga sekitar Sungai Mancas Sidoarjo mengalami gagal panen dua tahun berturut-turut.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 17 Agu 2017, 13:02 WIB
Gara-gara tumpukan sampah bertahun-tahun, warga sekitar Sungai Mancas Sidoarjo alami gagal panen dua tahun berturut-turut. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Sidoarjo - Warga Dusun Gebang, Desa Gisik Cemandi, Kecamatan Sedat, Sidoarjo, Jawa Timur, dibuat geram dengan tumpukan sampah di sepanjang Sungai Mancas. Kondisi itu membuat sungai tersebut tak ubahnya tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

Salah satu warga Dusun Gebang, Kardi (53), mengungkapkan kekesalannya. Menurutnya, pemandangan sampah di aliran sungai tersebut sudah bertahun-tahun.

"Sudah bertahun-tahun kondisi seperti ini. Hilang, datang lagi. Begitu seterusnya selama bertahun-tahun," ujarnya, Rabu (16/8/2017).

Terakhir, warga yang sebagian besar bertani mengalami gagal panen hampir dua tahun. Padahal, kebanyakan warga memanfaatkan air dari sungai yang belakangan malah berisi sampah.

"Airnya kering, malah sampahnya yang menumpuk. Kalau terus-terusan begini, bagaimana nasib warga," katanya.

Kondisi tersebut diperparah dengan pembiaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Beberapa warga harus turun langsung ke sungai untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai.

Dari pantauan Liputan6.com di lokasi, tumpukan sampah yang berada di Desa Gisik Cemandi membentang sepanjang 3 kilometer. Sampah tersebut berasal dari muara Sungai Gedangan. Debit air Sungai Gedangan yang meninggi membuat sampah mengalir hingga ke kawasan pelosok Desa Gisik Cemandi.

Saksikan video menarik di bawah ini:

[vidio:https://www.vidio.com/watch/822099-unik-balap-lari-panggul-gabah-nyonggah-ala-petani-cilacap]

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya