PHOTO: Polisi Bubarkan Paksa Massa Aksi Papua Barat

Kericuhan dipicu akibat massa aksi yang ingin berunjuk rasa di depan Istana Negara, namun dilarang polisi

oleh Fatkhurroz diperbarui 15 Agu 2017, 16:31 WIB
Polisi Bubarkan Paksa Massa Aksi Papua Barat
Kericuhan dipicu akibat massa aksi yang ingin berunjuk rasa di depan Istana Negara, namun dilarang polisi
Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat aksi saling dorong dengan polisi saat unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Polisi berusaha membubarkan unjuk rasa massa FRI-WP dan AMP di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). Kericuhan dipicu akibat massa aksi yang ingin berunjuk rasa di depan Istana Negara, namun dilarang polisi. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Polisi terlibat aksi saling dorong saat berusaha membubarkan massa FRI-WP dan AMP di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). Kericuhan terjadi akibat polisi melarang aksi di depan Istana Negara. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat aksi saling dorong dengan polisi saat unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Polisi berusaha mengamankan aksi massa FRI-WP dan AMP di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). Aksi tersebut menuntut agar pemerintah memberikan kebebasan dan hak menentukan nasib sendiri bagi rakyat Papua. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Sejumlah massa dari FRI-WP dan AMP dimasukan ke dalam mobil tahanan saat diamankan petugas polisi di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Massa yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) terlibat aksi saling dorong dengan polisi saat unjuk rasa di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (15/8). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya