Legenda Inter Menyesal Gagal Selamatkan Karier Penerus Ronaldo

Mantan kapten Inter itu sukses mengantarkan timnya merengkuh treble winners pada 2010 silam.

oleh Rama Dani diperbarui 07 Agu 2017, 23:30 WIB
Javier Zanetti ikut berkomentar soal masa depan Diego Simeone. (MARCO BERTORELLO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta Siapa yang tak kenal dengan Javier Zanetti. Ya, dia adalah salah satu pemain tersukses di Inter Milan yang sekarang menjabat sebagai Wakil Presiden.

Banyak pencapaian dibuat pria berkebangsaan Argentina tersebut semasa masih aktif sebagai pemain Inter Milan. Puncaknya, mantan kapten Nerazzurri itu sukses mengantarkan timnya merengkuh treble winners pada 2010 silam.

Bergelimang kejayaan, tapi ternyata ada sebuah kegagalan yang membuat Zanetti begitu menyesal sampai sekarang. Dia mengaku tidak mampu menyelamatkan karier seorang rekan, yaitu Adriano.

Adriano dikenal sebagai salah satu penyerang berbahaya di Eropa pada awal 2000-an. Atas bakatnya, banyak kalangan menyebut penyerang Brasil itu sebagai penerus sang fenomenal, Ronaldo Nazario de Lima'.

Sayangnya, gaya hidup pemain asal Brasil itu membuatnya terpuruk. Ditambah, dia juga mengalami depresi setelah kehilangan sang ayah.

Sebagai senior Zanetti mengaku berjuang menuntun kembali Adriano ke jalan yang benar. Tapi upayanya berujung sia-sia. Adriano justru kian tenggelam.

"Saya sempat berpikir kami sudah menemukan Ronaldo baru. Tapi dia datang dari favela (lingkungan kumuh di Brasil). Ketika Anda berasal dari nol dan tiba-tiba mendapatkan semuanya, itu terasa aneh," kata Zanetti dikutip Football Italia.

"Adriano bukan menjadi dirinya lagi sejak ayahnya meninggal. Padahal sebelumnya dia selau mendedikasikan setiap gol buat ayahnya tersebut," ungkap mantan pemain Inter Milan ini.  

Simak video menarik berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya