Berastagi Kembali Berselimut Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Meski kabut abu vulkanik dari Gunung Sinabung terbilang tipis, warga Berastagi tetap diminta waspada.

oleh Reza Efendi diperbarui 07 Agu 2017, 18:33 WIB
Meski kabut abu vulkanik dari Gunung Sinabung terbilang tipis, warga Berastagi tetap diminta waspada. (Liputan6.com/Reza Efendi)

Liputan6.com, Karo - Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meluncurkan awan panas. Pada pukul 10.17 WIB, terjadi erupsi disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 2.500 meter ke arah Tenggara-Timur dengan tinggi kolom 2.700 meter.

Petugas Pos Pemantau Gunung Sinabung, Muhammad Nurul Asrori, mengatakan, sejak pukul 00.00-11.30 WIB, Sinabung sudah tiga kali erupsi. Erupsi tertinggi 2.700 meter dengan arah abu ke Timur, yaitu mengarah ke Kota Berastagi.

"Terkait erupsi kali ini, Kota Berastagi diselimuti abu vulkanik yang tidak terlalu tebal. Masih dalam kategori tipis karena arah angin tidak begitu kencang," kata Asrori saat dihubungi Liputan6.com, Senin (7/8/2017).

Meski begitu, ia tetap mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker dan pelindung mata saat beraktivitas di luar ruangan atau area terbuka. Ia juga mengingatkan warga menjauhi kawasan zona merah karena status Gunung Sinabung saat ini berada pada status awal level IV.

Saat ini, jarak pandang dari Pos Pemantau PVMBG ke Gunung Sinabung terpantau jelas karena kondisi cuaca yang cukup cerah. Jarak Pos Pemantau ke Gunung Sinabung berkisar 9 kilometer dan terletak di Desa Dokum Sirga, Kecamatan Simpang Empat.

"Gunung Sinabung terpantau jelas karena cuaca cerah," kata dia.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Natanail Peranginangin menyebut, Kota Berastagi diselimuti abu vulkanik dari Gunung Sinabung sejak pagi tadi. Hal ini karena arah angin yang berembus ke kota wisata itu.

"Saat ini kondisi di Berastagi berdebu. Kita juga sedang melaksanakan penyiraman, sekalian bagikan masker ke warga yang beraktivitas di luar ruangan," ucapnya.

Disinggung mengenai kabar yang menyebut BPBD Karo kekurangan logistik beberapa waktu lalu, Natanail menegaskan saat ini kekurangan tersebut perlahan mulai bisa ditambal. Sebab, jumlah pengungsi Sinabung mencapai angka 2.100 jiwa.

"Kita masih mengharapkan bantuan berupa obat tetes mata dan alat-alat kebersihan para pengungsi seperti sabun cuci, sabun mandi," kata Natanail.

Saksikan video menarik di bawah ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya