Granat Nanas Aktif Bikin Warga Hilir Mudik ke Mapolsek

Granat nanas aktif itu diyakini berdaya jangkau ledakan sekitar 700 meter, bahkan bisa dapat menimbulkan korban pada jarak 200 meter.

oleh Mohamad Fahrul diperbarui 03 Agu 2017, 10:02 WIB
Granat nanas aktif itu diyakini berdaya jangkau ledakan sekitar 700 meter, bahkan bisa dapat menimbulkan korban pada jarak 200 meter. (Liputan6.com/Mohamad Fahrul)

Liputan6.com, Sumenep - Seorang pekerja barang rongsokan bernama Joko Waluyo asal Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menemukan granat nanas aktif di tumpukan besi tua. Penemuan granat nanas itu mendadak sontak menggegerkan warga setempat.

Sebelum diserahkan ke pihak keamanan, granat yang ditemukan oleh Waluyo sempat dibawa pulang ke rumahnya. Khawatir meledak, dia kemudian menghubungi salah satu anggota Koramil Kalianget untuk menyerahkan benda berbahaya tersebut. Lalu, anggota Koramil menyerahkan benda itu ke mapolsek setempat untuk diamankan.

"Waktu itu saya sedang memilah besi tua untuk diangkut mobil. Namun tidak berselang lama, terlihat benda bulat yang terbuat dari besi. Setelah dilihat ternyata granat. Akhirnya saya bawa pulang dan melaporkannya ke Koramil," kata Joko Waluyo, Rabu, 2 Agustus 2017.

Joko mengatakan ia menemukan granat aktif pada Selasa malam, 1 Agustus 2017. Namun, ia baru melaporkan temuan itu keesokan harinya ke Koramil. Selama disimpan di rumah, ia menyimpan granat itu di tempat yang tidak mudah dijangkau orang lain agar tidak mudah meledak.

"Saya tahu memang kalau itu granat. Jadi pagi hari saya langsung melaporkan ke Koramil. Karena saya juga khawatir benda itu akan segera meledak," ucap dia.

Setelah kabar penemuan granat aktif tersebar luas, warga setempat hilir mudik mendatangi kantor Mapolsek Kalianget. Mereka datang tak lain untuk melihat langsung bahan peledak itu.

Namun, polisi tentu saja tidak membolehkan warga mendekat lantaran khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bersama. Tak berselang lama, pihak kepolisian langsung menghancurkan granat berdiameter kurang lebih 60 sentimeter dengan cara meledakkannya.

"Kami mendatangkan tim Gegana dari Brimob Polda Jatim untuk disposal granat itu dengan cara diledakkan," kata Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora, kepada Liputan6.com.

Granat aktif yang ditemukan oleh warga sangat berbahaya karena memiliki daya jangkau ledakan sekitar 700 meter, bahkan bisa dapat menimbulkan korban pada jarak 200 meter. Sebelum diledakkan, lokasi peledakan disterilkan dari warga yang berkerumun agar proses berlangsung aman.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya