Besok, Suporter Sepak Bola Indonesia Islah

Seluruh fans yang hadir bakal membacakan tagline komitmen untuk menghormati kelompor suporter dari klub lain.

oleh Risa Kosasih diperbarui 02 Agu 2017, 21:42 WIB
Perwakilan suporter sepak bola tanah air bakal berkumpul untuk islah pada Kamis (3/8/2017) di Kemenpora. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menjadi tuan rumah jumpa suporter sepak bola Indonesia, yang digelar pada Kamis (3/8/2017). Puluhan perwakilan suporter dan manajemen dari 53 klub tanah air dipastikan hadir sebagai komitmen perdamaian.

Islah kelompok suporter terselenggara sebagai respons atas meninggalnya Ricko Andrean, bobotoh Persib Bandung yang menjadi korban pengeroyokan di stadion belum lama ini. Sebelumnya, diadakan rapat persiapan acara yang dipimpin oleh Sesmenpora Gatot S Dewa Broto dan dihadiri Sekjen PSSI Ratu Tisha, serta perwakilan suporter dari tujuh daerah.

"Sebagai bagian dari jumpa suporter, akan terdapat hidangan soto khas masing-masing daerah, yang diharapkan akan menjadi salah satu penggambaran konkret tentang heterogenitas di Indonesia," kata Gatot dalam laman resmi Kemenpora pada Rabu (2/8).

Gatot menerangkan seluruh fans yang hadir di Wisma Kemenpora, venue acara, dipersilahkan memakai kostum klub kebanggaan masing-masing lengkap dengan atribut pendukungnya. Namun setelah itu mereka bakal diminta memakai jersey Merah Putih sebagai simbol perdamaian.

"Nantinya mereka ini akan memakai jersey Merah Putih sebagai simbol perdamaian. Hal ini sesuai dengan tagline yang disepakati saat rapat," kata Gatot.

Seluruh fans yang hadir bakal membacakan tagline atau janji integritas untuk menghormati kelompor suporter dari klub lain. Menpora Imam Nahrawi akan hadir dalam islah kali ini bersama Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi dan Direktur PT. Liga Indonesia Baru Berlinton Siahaan selaku operator kompetisi.

Berikut petikan janji suporter sepak bola Indonesia:

"Kami sebagai bagian dari suporter klub sepak bola Indonesia sepakat untuk tetap menunjukan loyalitas pada klub masing-masing dan menghormati pertandingan dengan tidak menunjukan sikap permusuhan pada kelompok suporter yang lain dan masyarakat pada umumnya."

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya