Jokowi Luncurkan Program Pendidikan Vokasi Industri

Program Pendidikan Vokasi Industri ini bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan kinerja sektor industri dalam negeri.

oleh Septian Deny diperbarui 28 Jul 2017, 11:10 WIB
Presiden Joko Widodo

Liputan6.com, Cikarang - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali meluncurkan program vokasi yang link and match antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan industri. Program Pendidikan Vokasi Industri ini bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil dan meningkatkan kinerja sektor industri dalam negeri.

Kali ini, program vokasi tersebut diluncurkan secara langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) di PT Astra Otoparts Tbk, Kawasan Greenland Internasional Industrial Center (GIIC), Cikarang, Jawa Barat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, Provinsi Jawa Barat menjadi pilihan tahap ketiga, setelah program ini sukses digelar di Jawa Timur serta Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Kami tengah fokus menyiapkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang kompeten karena menjadi sebuah prasyarat untuk mendorong peningkatan produktivitas industri nasional,” ujar dia dalam Peluncuran Program Pendidikan Vokasi Industri di Cikarang, Jawa Barat, Jumat (28/7/2017).

‎Airlangga menjelaskan, pelaksanaan program vokasi industri didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan.

Dalam Inpres ini, Kemenperin mendapat tugas antara lain untuk meningkatkan kerja sama dengan dunia usaha, memberikan akses yang lebih luas bagi siswa SMK dalam melakukan praktik kerja lapangan, dan program pemagangan industri bagi guru.

“Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri yang semakin meningkat, perlu diantisipasi dengan pengembangan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan pasar kerja atau demand driven,” ungkap dia.

Pada tahap I dan II, Kemenperin telah melibatkan 167 industri dan 626 SMK untuk wilayah Jawa Timur serta Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.‎ Sementara itu, untuk wilayah Jawa Barat, Kemenperin menggandeng 141 industri dan 393 SMK dengan dilakukan penandatanganan mencapai 800 perjanjian kerja sama.

‎Selanjutnya, program ini secara bertahap akan dilanjutkan di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Sumatera. “Jumlah perjanjian kerja sama itu, karena sebagian SMK dibina oleh lebih dari satu perusahaan, sesuai dengan program keahlian yang dimiliki,” tutur Airlangga.

Sebagai bentuk komitmen industri mendukung pembinaan dan pengembangan SMK, dalam kesempatan peluncuran program link and match ini dilakukan juga pemberian bantuan (hibah) peralatan praktik kepada SMK dari beberapa perusahaan, antara lain 1 mesin CNC Bubut, 10 engine Daihatsu Xenia, 10 transmisi, 20 unit sepeda motor Honda, 20 unit special tools, dan 66 engine Toyota Innova.

Perusahaan pemberi hibah peralatan praktik tersebut antara lain PT Astra Honda Motor, PT Astra Daihatsu Motor, PT Suzuki Indomobil Motor, PT Toyota Motor Manufacturing, PT Yamaha Indonesia Motor, PT Komatsu Indonesia, PT Gisma Cipta Sukses, PT Astra Otoparts, PT Hino Motor Manufacturing, PT Sango Indonesia, PT Mayora, dan PT Loreal Indonesia.

Turut hadir pula dalam Peluncuran Program Vokasi Industri Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto, dan Presiden Direktur Astra Otoparts Hamdhani Dzulkarnaen.

Tonton video menarik berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya