Lulusan Terbaik Akademi AL Ini Sempat Minder karena Anak Petani

Samsul mengaku banyak mendapat pengalaman menarik selama menempuh pendidikan di Akademi AL. Salah satunya, ia bisa pergi ke sejumlah negara.

oleh Septian Deny diperbarui 25 Jul 2017, 19:02 WIB
Presiden Jokowi menyematkan tanda pangkat di pundak empat orang Perwira Remaja yang mendapat penghargaan Adhi Makayasa pada upacara pelantikan Prasetya Perwira Remaja (Praspa) 2017 di Istana Merdeka, Selasa (25/7). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 728 Taruna dan Taruni Akademi Angkatan dan Akademi Kepolisian dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara hari ini. Sejumlah prajurit remaja TNI didaulat menerima penghargaan Adhi Makayasa karena menjadi lulusan terbaik dari masing-masing angkatan.

Salah satu penerima penghargaan adalah Samsul Huda, anak petani asal Lamongan, Jawa Timur. Pemilik pangkat Letnan Dua itu dinyatakan sebagai lulusan terbaik dari TNI Angkatan Laut (AL). 

Samsul mengaku pilihannya untuk bergabung dalam TNI AL tidak lepas dari campur tangan kakak keduanya. Bungsu dari tiga bersaudara tersebut memiliki kakak yang juga merupakan anggota TNI AL. Sang kakak, saat ini bertugas di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

"Saya punya kakak seorang Bintara di TNI AL. Dia meminta saya untuk bisa lebih baik darinya, sehingga saya mendaftar untuk masuk ke TNI AL," ucap Samsul kepada Liputan6.com, Selasa (25/7/2017).

Selama empat tahun menjalani pendidikan, banyak suka duka yang dialami. Namun, dia mengaku tidak mengalami kendala besar selama masa pendidikan. Itu karena dukungan besar yang ia terima, mulai dari teman seangkatan, keluarga, hingga orang-orang di sekitarnya.

Samsul Huda merupakan lulusan terbaik dari TNI Angkatan Laut (Liputan6.com/Septian Deny)

"Banyak teman-teman yang selalu mendukung, menasihati saya ketika saya salah, membantu saya ketika saya ada masalah. Dan kita satu sama lain saling menjaga sehingga kendala yang ada bisa diatasi‎," ungkap pria asal Dusun Tutup, Desa Sidodowo, Lamongan, Jawa Timur, itu.

Hanya saja, ia mengaku sempat merasa minder dengan teman-teman seangkatannya. Lantaran sebagai anak petani, dia harus bergaul dan belajar bersama teman-temannya yang berbeda latar belakang. 

Bahkan, ada juga teman seangkatannya yang merupakan anak pejabat di TNI AL.

"Pernah merasa minder, merasa berkecil hati melihat teman-teman saya yang background-nya ada dari keluarga pejabat di TNI Angkatan Laut," kata Samsul.

Selama menempuh pendidikan ia mengaku banyak mendapat pengalaman menarik. Salah satunya bisa pergi ke sejumlah negara saat pelaksanaan Latihan dan Praktek (Latek) pelayaran Kartika Jala Krida (KJK).

"Yang paling berkesan, yaitu ketika kami ada Latek KJK yaitu keliling dunia, kami bisa melihat negara-negara di Eropa, seperti Italia. Saat itu juga kami singgah di beberapa negara seperti Mesir, India, dan Pakistan. Dan kita kita menemui kadet (sebutan taruna Akademi AL) lain," kata Samsul.

Dari perjalan tersebut, Samsul mengaku banyak berkenalan dengan taruna-taruni dari negara lain. Dia mengaku perjalanan tersebut membuat wawasannya bertambah.

"Seperti semboyan di Akademi Angkatan Laut, yaitu join the navy to see the world. Sangat senang sekali bisa melihat negara Eropa," Samsul menandaskan.

 

Saksikan video Menarik di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya