Panglima TNI Mengaku Lelah Tanggapi Isu Pilpres 2019

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadang akan menjadi kandidat calon wakil Joko Widodo saat maju ke Pilpres 2019.

oleh Taufiqurrohman diperbarui 22 Jul 2017, 09:33 WIB
Panglima TNI Gatot Nurmantyo memberi sambutan dihadapan para peserta saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Ditjen Pajak di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Senin (7/11). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo digadang-gadang akan menjadi kandidat calon wakil Joko Widodo saat maju ke Pilpres 2019. Bahkan dikabarkan sudah ada partai politik yang mendukungnya maju sebagai orang nomor dua di Indonesia.

Gatot sendiri enggan terlalu serius menanggapi hal itu. Bahkan dia menyebut isu tersebut adalah kabar angin saja.

"Kalau hoax seperti itu ditanggapin capek saya tiap hari jawabin wartawan kan, saya capek nanggepinnya," kata Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (21/7).

Dia menegaskan masih menjabat sebagai Panglima TNI, dan tak mau berbicara soal Presiden karena tidak pantas. Apalagi, lanjut dia, tugas utamanya adalah bukan menjadi capres atau cawapres.

"Menurut saya bermimpi jadi Presiden tidak etis," sebut Gatot.

Dia tak mau lancang terhadap Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sebagai pimpinannya di republik ini.

"Komandan saya itu pimpinan saya itu Presiden sama Wakil Presiden, kemudian saya juga akan melangkahi wapres kan, tidak etis itu saja," kata Panglima TNI Gatot.

 

Saksikan video berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya