Investor Asing Lepas Saham Rp 1 Triliun, IHSG Merosot 18 Poin

Ada sebanyak 206 saham tertekan sehingga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona merah.

oleh Agustina Melani diperbarui 18 Jul 2017, 16:16 WIB
Dua pekerja memantau pergerakan saham di sebuah monitor, Jakarta, Senin (14/11). Laju IHSG melemah 2,6 persen atau sekitar 137,71 poin ke level 5.094,25 pada penutupan sesi pertama perdagangan saham Senin (14/11/2016). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona merah sepanjang perdagangan saham Selasa pekan ini. Aksi jual investor asing masih terjadi di pasar saham.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (18/7/2017), IHSG turun 18,92 poin atau 0,32 persen ke level 5.822,35. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,45 persen ke level 976. Seluruh indeks saham acuan kompak melemah.

Ada sebanyak 206 saham tertekan sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 135 saham menguat dan 93 saham lainnya diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.831,69 dan terendah 5.806,60. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 275.795 kali dengan volume perdagangan 7,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 1,08 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.302.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham berada di zona merah kecuali sektor saham industri dasar naik 0,21 persen. Sektor saham konstruksi susut 1,19 persen, dan alami penyusutan terbesar. Disusul sektor saham tambang tergelincir 1,09 persen dan sektor saham aneka industri melemah 0,41 persen.

Saham-saham yang cetak top gainers antara lain saham TOPS naik 24,86 persen ke level Rp 1.155 per saham, saham PEGE melonjak 21,57 persen ke level Rp 248 per saham, dan saham RIMO menanjak 15,75 persen ke level Rp 294 per saham.

Saham-saham yang catatkan top losers antara lain saham BBHI melemah 18,94 persen ke level Rp 214 per saham, saham ERTX tergelincir 17,96 persen ke level Rp 169 per saham, dan saham BKSW merosot 16,67 persen ke level Rp 250 per saham.

Bursa Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,21 persen ke level 26.524, indeks saham Korea Selatan Kospi menanjak 0,04 persen ke level 2.426, indeks saham Shanghai naik 0,35 persen ke level 3.187,57, indeks saham Singapura menguat 0,26 persen ke level 3.306,77 dan indeks saham Taiwan mendaki 0,23 persen ke level 10.481. Sedangkan indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,59 persen ke level 19.999,91.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, saat ini belum ada sentimen yang berdampak ke IHSG. Aliran dana investor asing masih keluar dari bursa saham, menurut William membuat IHSG tertekan.

"Ada outflow cukup pengaruhi. (Investor) lagi balancing, dan pengalihan aset investasi untuk sementara," tutur William saat dihubungi Liputan6.com.

Selain itu, dari sentimen eksternal, menurut William juga tidak terlalu mempengaruhi IHSG.

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya