Inilah duet 2 Pebasket Cantik Esa Unggul di Timnas Sea Games

"saat seleksi tentu saja kan banyak yang harus saya korbankan seperti berkumpul bersama keluarga dan teman"

oleh Sulistyo Hadi diperbarui 13 Jul 2017, 19:00 WIB
Seleksi Timnas Sea Games. Foto: Rasyid
Liputan6.com, Jakarta
Nama Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi dan Kadek Pratita Citta Dewi mungkin terdengar asing di telinga banyak orang  jika disandingkan. Namun jika dilihat dari prestasi Dewa Ayu dan Citta tidaklah dapat disepelekan, dua dara cantik yang sama-sama mengenyam pendidikan di Universitas Esa Unggul telah banyak mendapatkan berbagai prestasi yang membanggakan mulai dari pemenang ajang Liga Basket hingga pemain terbaik di turnamen tingkat nasional.
 
Sejumlah prestasi yang di dapat oleh dua dara cantik ini pun tidaklah diraih secara instan, namun melalui berbagai perjuangan dan kerja keras. Mulai dari latihan yang intensif, mengikuti berbagi program dan instruksi pelatih hingga harus membagi waktu antara latihan basket dengan pelajaran kuliah. Semua perjuangan yang dilakukan oleh dua dara cantik ini dilakukan dengan konsisten dan tidak setengah-setengah, tidak mengherankan mereka berdua dipanggil oleh Tim Nasional Basket Indonesia yang memperkuat Sea Games.
 
Dipanggilnya mereka berdua ke Timnas Basket Indonesia untuk Sea Games bukanlah perkara yang mudah, karena mereka harus bersaing ketat dengan ratusan hingga ribuan pemain basket puteri yang berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman mengikuti berbagai ajang turnamen basket juga menjadi nilai tambah yang dimiliki oleh Ayu dan Citta sehingga dapat menembus 15 besar seleksi Timnas Basket. Meskipun nantinya mereka berdua masih akan berpotensi dicoret karena harus mengikuti seleksi kembali pada bulan Juli.

Percaya Diri Selama Seleksi

Seleksi Timnas basket Indonesia yang menghabiskan waktu hingga lima bulan ini memang sangat menyita waktu dan tenaga para peserta seleksi, hal ini pun yang dirasakan oleh  salah satu peserta dari Esa Unggul yakni Dewa Ayu Made Sriartha Kusuma Dewi atau akrab yang disapa Ayu.
 
Selain skill dan kemampuan dalam berbasket yang dinilai, mental pun dipertaruhkan dalam seleksi ini. Salah satu ujian mental yang sangat digembleng saat proses seleksi ialah bagaimana kita dapat percaya diri menunjukkan bakat kita selama seleksi di depan ratusan hingga ribuan perserta seleksi.
 
"Dalam seleksi kemarin kita kan diperintahkan untuk menunjukkan skill dan bakat terbaik kita agar mendapat nilai yang bagus dari para juri dan pelatih. Mungkin skill bermain basket sih lumayan bagus karena sudah ada persiapannya, namun yang menjadi masalah itu bagaimana kita bisa tahan mental dan percaya diri. Meskipun banyak yang memiliki kemampuan yang bagus tapi gak Percaya diri malah membuat kita tidak maksimal," ujar Ayu saat dihubungi Esa Unggul, Kamis (05/07/2017) 
 
Gadis yang menyukai Film horor dan action ini pun mengungkapkan faktor pengalaman mengikuti berbagai turnamen basket juga dapat membantu dirinya lebih percaya diri dalam berkompetisi saat melakukan seleksi dengan peserta lain. "Kebetulan saya kan aktif di Basket kampus dan mengikuti berbagai turnamen tingkat nasional maupun tingkat daerah jadi sudah lumayan terlatih untuk mengikuti seleksi seperti ini dan bertemu dengan pebasket lainnya,"  ungkapnya.
 
Ayu yang masih berkuliah semester dua jurusan kesehatan Masyarakat ini pun mengatakan saat melakukan seleksi Timnas 
banyak dukungan dari orang-orang terdekat  yang mengalir untuk dirinya. "saat seleksi tentu saja kan banyak yang harus saya korbankan seperti berkumpul bersama keluarga dan teman, tapi dari mereka sangat mendukung saya untuk terus semangat mengikuti proses seleksi," ucapnya.
 
Pebasket yang memiliki tinggi badan 176 cm ini menceritakan dukungan yang diberikan oleh teman-teman kuliahnya saat dirinya mengikuti pemusataan latihan salah satunya ialah membantu dirinya untuk dapat mengikuti proses belajar mengajar yang dirinya tidak dapat mengikuti proses kuliah.
 
"Supaya dapat belajar, jadinya saya bawa laptop ke tempat seleksi, untungnya teman teman saya yang di kampus banyak membantu saya, misal kalau ada tugas saya koordinasikan ke mereka, terus tugasnya saya bikin di sela sela waktu jam istirahat saya selama di sana. Terus dari para dosen , dan dekan juga sangat membantu saya, mensupport saya selama mengikuti seleksi ini,Dan ga kalah pentingnya , yang pastinya adanya dukungan dari keluarga saya , tentunya peran dari orang tua saya , kakak, dan adik saya , yang selalu memberikan saya dukungan semangat dalam menjalankan seleksi," tuturnya.
 
Ayu yang pernah menjadi Top Scorer Liga Basket Mahasiswa Puteri ini masih terus berupaya untuk lolos pada seleksi terakhir Timnas Basket Indonesia di ajang SEA Games  pada 15 juli nanti, Ayu menganggap pemanggilan dirinya untuk mengikuti seleksi adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi dirinya karena dapat membela dan mengharumkan negara di ajang Internasional.
 
"Kepanggil dalam seleksi kemarin apalagi sea games yang akan membela tanah air sendiri itu kebanggaan sendiri. Tentunya saya tidak akan menyianyiakan kesempatan ini, saya berkomitmen untuk bisa membela tanah air, mengharumkan nama bangsa, kampus , serta club basket saya merpati bali," ucapnya.
 
Gadis penyuka Sepatu Nike under armour ini pun mengungkapkan target dirinya ke depan, Ayu berharap bisa sukses sebagai pebasket dan sebagai mahasiswa di Perguruan Tinggi. ayu yang memfavoritkan makanan Gado-Gado ini pun berpesan kepada mahasiswa Esa unggul agar mampu berprestasi dalam berbagai hal dengan tidak pantang menyerah dalam meraih sesuatu. "menjalankan sesuatu itu harus dengan hati yang tulus dan ikhlas , serta jangan pernah mengeluh , selalu bersyukur, dan selalu berusaha , karena hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha," tutupnya.

Menjalankan Tiga Tanggung Jawab Berbarengan

Kadek Pratita Citta Dewi, mahasiswi Semester 6 Jurusan Manajemen Ekonomi ini menjadi salah satu peserta seleksi yang juga satu angkatan bersama Ayu. Citta begitu mahasiswi pencinta travelling ini sering disapa, memang aktif di dunia basket, bahkan dirinya menjadi Kapten Basket Putri Esa Unggul.
 
Tidak mengherankan pebasket yang memiliki tinggi 173 Cm ini menjalankan tiga tugas secara berbarengan, yakni menjadi kapten basket di club basket Esa Unggul yakni The Swans, menjadi mahasiswi manajemen Ekonomi, dan salah satu peserta seleksi pemain untuk Timnas Esa Unggul. Citta pun sempat kesulitan untuk membagi tiga tanggung jawab besar tersebut, di satu sisi dia berjuang untuk mengharumkan nama kampus dan Negara, di sisi yang lainnya dia pun harus berjuang untuk meraih cita-citanya menyelesaikan kuliah.
 
Seleksi Timnas Sea Games. Foto: Rasyid
"Ini sulit sih untuk membagi ketiganya, kalo selama ini, selagi saya bisa kuliah saya pasti usahain kuliah karena sadar diri bakal bolong-bolong kuliahnya. kalau dari Tim The Swans sih mereka sangat mendukung saya dalam seleksi ini terutama pelatih The Swans Bang Jali, sempat gak enak juga saya di Tim Swans kan kapten, saat saya memutuskan untuk bergabung seleksi  banyak sekali event yang tidak bisa saya ikutin bersama tim Swans tapi mereka ngertiin kondisi saya emang harus berjuang disini," tutur Citta.
 
Tidak dipungkiri akbibat kesibukannya bermain basket mahasiswi kelahiran Denpasar, 13 Agustus 1995 pun sering diperingati oleh kedua orang tuanya untuk tidak meninggalkan bangku kuliahnya dan meskipun sibuk, dirinya dinasehati oleh kedua orang tuanya untuk tetap mengutamakan pendidikan. "Kalau tanggapan orang tua sih sangat positif sangat mendukung pilihan saya, ya walaupun selalu diingetin kuliahnya jangan sampai ditinggal," jelasnya.
 
Pengorbanan Citta untuk meraih berbagai prestasi membanggakannya memang tidak dapat diremehkan, pemain terbaik Libama DKI 2015-2016 ini selalu konsisten dan tidak pernah kendor untuk menggapai berbagai prestasi di dunia perbasketan, latihan yang konsisten dia selalu jalankan di tengah padatnya kesibukan gadis penyuka bakso dan Mie Ayam ini.
 
"Saya memang menargetkan diri saya tahun ini bisa ikut seleksi dan amin bisa masuk ke Timnas. Untuk meraih itu semua saya harus usaha dua kali lebih berat dari latihan biasanya, banyak even-even yang membantu juga, hingga saya bisa terpanggil Seleksi timnas dmulai dr PON dan mewakili kampus Esa Unggul di ajang Libama DKI," ungkapnya.
 
Sama seperti Ayu, Citta pun menyampaikan Harapannya ke depan, target ke depan dimana dirinya akan fokus di dunia perbasketan terutama memajukan Tim Basket Kampus dan klubnya. Anak kedua dari empat bersaudara ini pun berpesan kepada seluruh mahasiswa Esa Unggul agar aktif dalam organisasi kampus, jangan menyia-nyiakan waktu muda karena banyak potensi yang dapat digali saat menjadi mahasiswa.
 
"Pesan saya buat teman-teman, kalo memang menginginkan sesuatu, jangan setengah-setengah  selagi kamu bisa raih itu raih itu semaximal yang kamu bisa, karena kita kan sebagai mahasiswa masih muda, masih memiliki waktu yang sangat luang jadi jangan sia-siakan potensi dalam diri kalian," tutupnya.
 
Penulis:
Rasyid
 
Universitas Esa Unggul
 
Jadilah bagian dari Komunitas Campus CJ Liputan6.com dengan berbagi informasi & berita terkini melalui e-mail: campuscj6@gmail.com serta follow official Instagram @campuscj6 untuk update informasi kegiatan-kegiatan offline kami.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya