Penanganan Bencana Alam dalam Setahun SBY

Satu tahun sudah pemerintahan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono berjalan.Lalu berhasilkan program SBY ini selama setahun ini?

oleh Liputan6Diterbitkan 19 Oktober 2010, 12:41 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Satu tahun sudah pemerintahan di bawah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono berjalan. Begitu banyak program yang dicanangkan selama periode lima tahun ini, seperti penanggulangan perubahan iklim dan lingkungan, kesiapsiagaan menanggulangi bencana alam, serta meningkatkan produksi dan ketahanan pangan. Lalu berhasilkan program SBY ini selama setahun ini?

Program yang dijanjikan SBY tepat setahun yang lalu targetnya, mencegah pemanasan global yang tidak perlu dengan memastikan pemeliharaan hutan dalam keadaan baik, pemberantasan pembalakan liar, serta mencegah pembakaran hutan.

SBY juga menjanjikan kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana alam. Membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan membentuk stand by force yang siap setiap saat untuk dikerahkan ke mana pun di Indonesia.

Cuaca ekstrem pun melanda tanah air. Bencana-bencana kecil terjadi secara masif dan merata di berbagai daerah. Seperti banjir yang terjadi di Aceh Barat dan Kalimantan Barat, angin puting beliung di Karawang dan Kulonprogo, longsor di Morewali, dan banjir bandang di Wasior, Papua Barat.

Tak hanya keseriusan pemerintah memberantas pembalakan liar yang diragukan, kesiapsiagaan yang dijanjikan dalam menangani bencana pun dipertanyakan.

Seperti yang terjadi di Wasior, para korban telah mengungsi selama sepekan lebih di Manokwari, Papua Barat. Berdasarkan pantauan SCTV, ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dalam penanganan korban bencana alam yang telah terjadi berkali-kali di Tanah Air, antara lain lambatnya pertolongan pertama dalam penanganan korban akibat bertele-telenya urusan birokrasi pemerintah, alat berat yang minim sehingga menyulitkan evakuasi dan menyebabkan proses berlangsung berlarut-larut, distribusi bantuan yang menumpuk sehingga tidak tersalur dengan baik, serta sistem administrasi yang tak tercatat dengan tertib sehingga menyulitkan pendataan jumlah korban dan jumlah pengungsi.

Cuaca ekstrem jelas berdampak pada produksi pangan nasional. Ratusan hektar sawah di berbagai daerah rusak akibat banjir. Kini ketahanan pangan pokok seperi beras terancam akibat cuaca ekstrem. (MEL)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya