Keluarga Tak Percaya Rekan Teroris Panci Terlibat Teror

Rekan teroris panci Bandung dikenal sebagai pribadi yang baik meski memiliki keterbatasan fisik.

oleh Jayadi Supriadin diperbarui 12 Jul 2017, 18:30 WIB
Polisi melakukan olah TKP bom panci di Buah Batu Bandung, Jawa Barat. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Liputan6.com, Tasikmalaya - Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror mengamankan Kodar (25), rekan tersangka Agus Wiguna, pelaku utama bom panci Buahbatu, Bandung, Sabtu lalu, di Tasikmalaya, Jawa Barat kemarin.

Hingga Rabu (12/7/2017) pagi, aparat gabungan kepolisian dan TNI masih berjaga-jaga di lokasi. Kepala Desa Cibanteng, Eden Surahmat, mengaku kaget dengan penangkapan itu. Namun, ia membenarkan salah seorang warganya dibawa aparat berseragam Densus 88.

"Saat saya tiba di lokasi sudah tidak ada, menurut laporan warga, Kodar dibawa Densus 88 karena diduga terkait bom panci di Bandung," ujarnya.

Hingga pukul 09.30 WIB, aparat gabungan dari polisi dan TNI bersenjata lengkap, masih berjaga di rumah orangtua Kodar yang berada di Kampung Pasir Peuti, Desa Cibanteng, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya. Para tetangga dan warga sekitar juga masih berkerumun dan memperbincangkan penangkapan itu.

Menurut Eden, penangkapan Kodar cukup mengagetkan warga, selain tidak ada pemberitahuan sebelumnya yang diterima dirinya, Kodar selama ini dikenal baik dan kerap bergaul dengan tetangga.

"Warga terus memberikan dukungan moril kepada Komariah (56), ibu kandung Kodar, yang tampak masih syok," ujarnya.

Kodar adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara. Selama ini, ia dikenal baik dan mengembara ke Bandung untuk berjualan bubur kacang hijau di sekitar Buahbatu, Kota Bandung.

"Dia (Komariah) tidak menyangka anaknya yang memiliki keterbatasan fisik di tangan dan kaki itu diamankan Densus 88. Dia meyakini anaknya tidak bersalah. Kami bersama warga terus memberikan dorongan moril," ujar Eden.

Belum diketahui keterkaitan Kodar dengan Agus Wiguna sang pelaku utama bom panci Bandung itu, namun pihak keluarga meyakini ia tidak bersalah. "Memang sebelum puasa kemarin dia pulang karena katanya menderita sakit liver," ujarnya.

Untuk mengetahui perkembangannya, orangtua Kodar mengaku telah berkomunikasi dengan keluarganya di Jakarta. "Nunggu kejelasan, jika sudah ada kabar, keluarga akan berangkat ke Jakarta. Saya juga terus berkoordinasi dengan Kapolsek dan Kapolres," ujar Eden menambahkan.

Sementara itu Kapolres Tasikmalaya, AKBP Anton Sujarwo, enggan mengomentari penangkapan itu. Menurutnya, persoalan teroris berada di bawah wewenang Mabes Polri.

 

Saksikan video menarik di bawah ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya