Kabar Bayi Ajaib Hebohkan Enrekang

Kabar yang beredar menyebutkan bayi ajaib hanya dikandung dua jam dan punya banyak keistimewaan.

oleh Fauzan diperbarui 02 Jul 2017, 08:01 WIB
Ilustrasi Bayi.

Liputan6.com, Enrekang - Masyarakat Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan dihebohkan dengan kabar seorang remaja yang tiba-tiba mengandung dan dalam tempo dua jam langsung melahirkan. Tidak hanya itu, bayi ajaib yang dilahirkan remaja berusia 19 tahun itu dikabarkan langsung dapat mengucapkan salam.

Kabar bayi ajaib ini tersiar dari mulut ke mulut sejak Kamis, 29 Juni 2017. Akibatnya kediaman remaja bernama Utjie Ramadani di Dusun Penja, Desa Karueng, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan itu ramai dikunjungi warga.

"Iya memang lagi heboh informasi seperti itu, sudah tiga hari ini," kata Abdul Khalik, salah seorang warga yang ikut berkunjung ke rumah remaja tersebut.

Khalik menjelaskan, dari cerita yang diterimanya kejadian tersebut bermula sesaat setelah Utjie Ramadani melakukan salat tahajud pada Kamis, 29 Juni 2017. Perutnya
tiba-tiba membesar layaknya orang mengandung padalah sebelumnya ia tidak pernah mengandung.

"Jadi katanya setelah dia salat tahajud, kira-kira jam 04.00 subuh perutnya tiba-tiba membesar kayak orang hamil, kedua orang tuanya langsung panik melihat anaknya,"
kata Khalik, Sabtu 1 Juli 2017.

Hanya berselang dua jam setelah perut Utjie Ramadani membesar, ia pun melahirkan dibantu oleh kedua orang tuanya dan neneknya. Proses persalinan berjalan normal bak
orang yang hamil 9 bulan.

"Dua jam kemudian, kira-kira jam 06.00 pagi ia langsung melahirkan dibantu sama bapak dan ibunya serta neneknya," jelas Khalik. 

Cerita tentang keajaibannya tidak hanya berhenti sampai di situ. Saat dilahirkan, lanjut Khalik, bayi tersebut langsung dapat mengucapkan salam dengan fasih dan bersuara seperti orang dewasa.

"Ajaibnya lagi, bayi itu langsung bisa bilang 'Assalamualaikum' tiga kali, terus katanya suaranya seperti orang dewasa," terangnya.

Setelah cerita tentang keajaiban bayi itu tersebar, warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat kebenarannya.

"Sejak dilahirkan tiga hari yang lalu sampai sekarang ratusan warga datang untuk melihat bayi itu, baik dari kabupaten Enrekang maupun luar kabupaten," kata Khalik.

Namun, pihak keluarga saat ini tidak membiarkan siapapun masuk ke rumah mereka. Alasannya karena dapat mengganggu kesehatan bayi yang dilahirkan oleh Utjie Ramadani.

"Kita akhirnya tidak dibiarkan masuk, jangankan untuk mengambil gambar, untuk sekedar melihat pun kita dilarang," kata Khalik.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya