Granat Meledak di Mahkamah Venezuela

Video di media sosial menunjukkan sebuah helikopter menukik di atas kota dan terdengar beberapa ledakan keras di Mahkamah Agung Caracas.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 28 Jun 2017, 09:12 WIB
Ilustrasi helikopter.

Liputan6.com, Caracas - Sebuah helikopter diduga kuat berupaya mengebom Mahkamah Agung Venezuela. Menurut pemerintah, seorang perwira militer mengendarai helikopter polisi dan menerbangkannya ke ibu kota, Caracas.

Upaya itu disebut Presiden Venezuela, Nicolas Maduro sebagai "serangan teroris".

Seperti dikutip dari BBC, Kamis (28/6/2017), anggota militer itu diyakini menyita helikopter dan mengeluarkan sebuah pernyataan berisi kecaman terhadap pemerintah.

Petugas, yang menyebut dirinya Oscar Perez terpantau muncul di Instagram, diapit oleh pria bersenjata, bertopeng dan berseragam. Dia mengajukan banding ke Venezuela untuk menentang sesuatu yang disebutnya sebagai "pemerintah kriminal".

Sejauh ini tak ada laporan tentang korban tewas atau pun terluka.

Presiden Nicholas Maduro mengatakan granat telah dijatuhkan dalam serangan tersebut. Dia berjanji bahwa pasukan keamanan akan menangkap mereka yang menjadi dalang serangan.

Selama lebih dari dua bulan terakhir telah terjadi protes hampir setiap hari terhadap pemerintah sayap kiri, karena krisis ekonomi dan politik negara tersebut kian memburuk.

Menurut data yang dikeluarkan kantor kejaksaan, lebih dari 70 orang menjadi korban tewas akibat aksi kekerasan dalam demonstrasi sejak 1 April lalu.

 

 

Saksikan video menarik berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya