Alasan Polisi Imbau Masyarakat Tak Lakukan Takbir Keliling

Suntana juga mengingatkan agar warga tak menggelar konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat.

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 24 Jun 2017, 18:53 WIB
Warga memukul bedug sambil mengumandangkan takbir di kawasan tanah abang, Jakarta,Selasa (5/7). Bagi Umat Muslim Indonesia mengumandangkan Takbir ialah sebagai suatu tanda menyambut hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriah. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta Ratusan personel kepolisian menggelar Apel Kesiapan Malam Takbiran dan Lebaran 1438 Hijriyah di Mapolda Metro Jaya. Mereka akan mengamankan Ibu Kota di pengujung bulan suci Ramadan ini.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana yang memimpin apel menekankan kembali soal imbauan terhadap masyarakat agar tidak melakukan takbir keliling. Sebab, kegiatan tersebut disinyalir memiliki potensi kerawanan yang cukup tinggi.

"Karena memiliki potensi kerawanan gangguan Kamtibmas yang tinggi," ujar Suntana dalam sambutannya di Lapangan Ditlantas Polda Metro Jaya, Sabtu (24/6/2017).

Suntana juga mengingatkan agar warga tak menggelar konvoi kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain berdampak pada kemacetan, konvoi juga dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan gesekan antarmasyarakat.

Jenderal bintang satu itu juga mengingatkan kepada anggotanya mengenai potensi kerawanan yang ditimbulkan dari petasan dan kembang api.

"Selain Bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain, juga bisa kebakaran dan tawuran antar warga. Ini agar menjadi atensi. Sehingga kegiatan malam takbir bisa berjalan hikmat, aman, tertib dan lancar," kata Suntana.

7 Pedoman Pengamanan Malam Takbiran

Polda Metro Jaya juga mengeluarkan pedoman pelaksanaan pengamanan malam takbiran kepada anggotanya. Setidaknya ada tujuh pedoman yang perlu diikuti agar pelaksanaan malam takbiran Hari Raya Idul Fitri 1438 H berjalan lancar.

Pertama, Suntana meminta anggotanya melaksanakan tugas pengamanan kepada masyarakat dengan tulus, ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab.

"Perhatikan keselamatan pribadi dalam setiap melaksanakan tugas," pesan Suntana.

Aparat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan diri. Sehingga, bisa merespons secara cepat manakala terjadi peristiwa dan kejadian yang mengganggu aktivitas masyarakat.

Anggota juga diminta meningkatkan kepekaan dengan situasi lingkungan sekitar. Caranya, dengan mengoptimalkan peran dan fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas.

"Untuk mengetahui dinamika di masyarakat sehingga potensi yang dapat menimbulkan gangguan kamtibmas dapat dicegah," ucap Suntana.

Selanjutnya, aparat tetap diminta tidak lengah terhadap ancaman terorisme. Suntana mengingatkan agar tetap meningkatkan penjagaan dan kewaspadaan keamanan pos dan keamanan personel selama operasi.

"Lakukan pengerahan personel bersenjata lengkap dan lakukan pengawalan dengan sepeda motor secara estafet masing-masing personel," lanjut dia.

Mengingat belakangan juga marak perampokan dengan senjata api, Suntana mengimbau anak buahnya agar lebih waspada dan tegas. Suntana juga memerintahkan anak buahnya melakukan tindakan tegas terukur terhadap pelaku kejahatan yang membahayakan masyarakat dan petugas.

Koordinasi dan proaktif jadi pesan terakhir Suntana bagi anggotanya. Ia mengingatkan jajarannya untuk selalu bersinergi dan mengingatkan warga yang melanggar aturan.

Setidaknya ada sekitar 3.000 aparat gabungan Polri, TNI, dan Pemprov DKI yang diterjunkan untuk mengawal kegiatan ini.

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya