Pangeran Harry: Tak Ada Anggota Keluarga Kerajaan Ingin Jadi Raja

Harry merupakan pewaris takhta kelima Britania Raya setelah sang ayah, Pangeran William, dan dua anaknya.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 22 Jun 2017, 15:07 WIB
Pangeran Harry bungsu dari pasangan Putri Diana dan Pangeran Charles (AP Photo/Matt Dunham, Pool)

Liputan6.com, London - Melalui wawancara dengan sebuah majalah Amerika Serikat, Pangeran Harry (32) melontarkan pengakuan mengejutkan. Anak bungsu mendiang Putri Diana dan Pangeran Charles itu mengatakan, tak seorang pun anggota keluarga kerajaan ingin menjadi raja atau ratu.

Pernyataan tersebut terucap ketika Pangeran Harry ditanya seputar tugas generasi muda keluarga kerajaan dan citra monarki.

"Kami terlibat dalam modernisasi Kerajaan Inggris. Kami tidak melakukan ini demi diri sendiri, tapi demi kebaikan banyak orang," ungkap Pangeran Harry kepada Newsweek seperti Liputan6.com kutip dari News.com.au, Kamis (22/6/2017).

"Apakah ada salah satu anggota keluarga kerajaan ingin menjadi raja atau ratu? Saya rasa tidak, tapi kami akan melaksanakan tugas kami pada waktu yang tepat," kata kekasih dari Meghan Markle tersebut.

Harry berada di urutan kelima pewaris takhta Britania Raya. Bertengger di posisi pertama adalah sang ayah, lalu Pangeran William, dan dua anaknya, Pangeran George serta Putri Charlotte.

Namun, jika ditelisik ini bukan kali pertama Harry menunjukkan ketidaktertarikannya untuk mengenakan mahkota kerajaan. Pangeran bernama lengkap Henry Charles Albert David itu pernah mengatakan ia tak suka menjadi sorotan, terlibat dengan media, bahkan persyaratan keamanan.

Harry terang-terangan mengungkapkan, ia bahagia atas kehadiran Pangeran George dan Putri Charlotte yang membuat posisinya sebagai pewaris takhta bergeser.

Keluarga Kerajaan Inggris dalam upacara tahunan Trooping the Colour (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Pria yang saat ini bergelar Prince of Wales itu senang melakukan kegiatan amal. Sementara, ia enggan menghadiri acara-acara resmi kerajaan seperti Trooping the Colour yang diadakan pekan lalu.

Pangeran Harry menghabiskan usia 20-annya dengan mencoba menjalani kehidupan normal. Ia bahkan memimpikan pekerjaan lain di luar istana.

"Saya tidak tahu seberapa baik ini akan berjalan, tapi saya mungkin akan tinggal di Afrika. Saya ingin menghabiskan seluruh waktu saya di sana. Mungkin bekerja sebagai pemandu safari," terang Harry dalam sebuah wawancara pada tahun 2007. 

Dalam sebuah wawancara televisi belum lama ini ia juga sempat mengungkapkan harapannya, "Ada banyak waktu di mana saya dan saudara saya berharap bahwa kami benar-benar hidup normal."

Bagaimanapun Harry kini merangkul peran kerajaannya sebagai seorang pangeran modern. Boleh jadi, salah satu alasan Harry tak tertarik menjadi raja adalah mengingat siapa pun yang menduduki posisi tersebut harus menjalani kehidupan teratur yang berulang dan membosankan setiap harinya.

Ratu Elizabeth II naik takhta pada usia 25 tahun. Dan selama 65 tahun sebagian waktunya berlalu dengan rutinitas yang nyaris selalu sama setiap hari.

Sang ratu akan membaca surat yang dikirim kepadanya sebelum akhirnya membalasnya. Sesekali ia akan meminta nasihat dari stafnya tentang isi dari surat balasannya.

Jadwal rutin ratu adalah bertemu dengan sekretaris pribadi untuk memeriksa dokumen resmi. Ia akan menandatangani seluruh surat yang datang dari kementerian pemerintahan di negara-negara persemakmuran.

Elizabeth II juga menggelar sejumlah pertemuan, biasanya masing-masing berlangsung selama 20 menit. Satu hari dalam satu pekan ia dijadwalkan bertemu dengan perdana menteri--lazimnya terjadi pada Rabu.

Makan siang berlangsung di kediaman ratu, lazimnya sangat pribadi, tetapi beberapa kali ia mengajak tamunya untuk bergabung.

Sesekali ratu akan datang ke acara peresmian, bertemu staf atau menteri, dan membaca laporan tentang proses yang tengah berjalan di parlementer setiap malam.

Terkadang, nenek Pangeran Harry ini juga menghadiri sebuah acara malam yang terkait dengan ratusan organisasi di mana ia menjadi pelindungnya atau tak jarang pula ia menjadi tuan rumah sebuah resepsi.

Ratu Elizabeth yang kini berusia 91 tahun menyimpan sebuah buku harian sejak ia mulai berkuasa. Setiap malam ia mungkin saja menulis peristiwa penting yang terjadi di sana.

Ketika sang ratu berada di luar negeri atau tengah berlibur di rumah musim panasnya di Balmoral atau kediaman musim dinginya di Sandringham, aktivitasnya akan sedikit lebih bervariasi. Namun, secara umum rutinitasnya sama.

Mengecek surat dan proses di parlemen adalah dua rutinitas yang tidak dapat dinegosiasikan.

 

Simak video berikut ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya