Nasib Ikan Mitos Pertanda Gempa yang Hebohkan Tempat Pelelangan

Warga Majene yang berkerumun di tempat pelelangan ikan kebanyakan takut melihat Oarfish alias si ikan mitos pertanda gempa.

oleh Fauzan diperbarui 20 Jun 2017, 07:01 WIB
Warga Majene yang berkerumun di tempat pelelangan ikan kebanyakan takut melihat Oarfish alias si ikan mitos pertanda gempa. (Liputan6.com/Fauzan)

Liputan6.com, Majene - Oarfish atau ikan dayung sepanjang 3,5 meter yang menghebohkan warga di tempat pelelangan ikan dadakan di dermaga Kabupaten Majene pada Jumat, 16 Juni 2017 ternyata tak laku terjual.

Hal itu diungkapkan Abdul Wais, salah seorang pedagang di tempat pelelangan ikan yang hanya ada di pagi hari itu. Dia mengatakan kebanyakan warga takut untuk membelinya karena bentuknya yang aneh.

"Banyak warga berkerumun waktu itu karena penasaran. Tapi, tidak ada yang beli karena takut melihat bentuknya," kata Wais sambil tertawa saat dikonfirmasi, Senin, 19 Juni 2017.

Setelah lama menunggu, Wais akhirnya memotong ikan yang dipercaya menjadi pertanda bakal terjadinya gempa bumi itu. Potongan ikan lalu dibagikan kepada warga.

"Akhirnya, itu ikan dipotong kecil-kecil dan dibagi-bagikan kepada warga karena tidak ada yang mau beli, soalnya bentuknya seram," ujar Wais.

Sebelumnya, seekor Oarfish berukuran 3,5 meter menghebohkan masyarakat Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Ikan itu terlihat dijual salah seorang nelayan di tempat pelelangan ikan dadakan di dermaga Kabupaten Majene pada Jumat, 16 Juni 2017 pagi.

Awalnya, pedagang dan para pengunjung menyangka ikan itu adalah ikan layur. Belakangan, salah seorang pengunjung tempat pelelangan ikan dadakan mengatakan bahwa ikan itu adalah ikan dayung atau Oarfish (Regalecus glesne).

Ikan itu oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Majene dipercaya sebagai pertanda alam akan terjadi gempa jika muncul di permukaan laut. Akademisi menjelaskan mitos itu muncul karena ikan tersebut tergolong ikan laut dalam.

Habitat Oarfish berada di kedalaman lebih dari 1000 meter dari permukaan laut, sehingga ikan ini sangat peka terhadap pergeseran lempeng bumi di dasar laut. Ikan itu pula yang paling pertama terdampak gempa yang menyebabkan ikan naik ke permukaan hingga bisa mati terdampar di tepi pantai.

Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, seminggu sebelum bencana gempa berkekuatan 8,9 Skala Richter dan tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 lalu ditemukan banyak Oarfish yang tersapu di daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan. Kawanan Oarfish juga kedapatan muncul di permukaan laut sebelum gempa dahsyat terjadi di Cile dan Haiti pada 2010.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya