10 Aspek agar Mudik Lebaran Aman dan Nyaman ala Nissan

10 aspek tersebut antara lain, periksa ban, aki, rem, wiper, washer, oli mesin, radiator, lampu, kotak P3K, dan servis rutin secara berkala.

oleh Herdi Muhardi diperbarui 19 Jun 2017, 11:19 WIB
Ribuan kendaraan pemudik mengantri untuk memasuki kapal Ferry tujuan Pelabuhan Bakauheni, Lampung di Pelabuhan Merak, Banten, Rabu, (15/7/2015). Total pemudik yang menyebrang 124.606 pemudik, 9.860 roda empat, 19.197 roda dua. (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai perusahaan otomotif mendirikan bengkel dan posko siaga di sepanjang jalur mudik Lebaran 2017. Tak terkecuali Nissan-Datsun.

PT Nissan Motor Indonesia (NMI) turut memberikan sejumlah edukasi serta berbagi informasi yang bermanfaat bagi komunitas yang hendak mudik dengan menempuh perjalanan jauh. 

Menurut President Director Nissan Motor Indonesia, Eiichi Koito, informasi diberikan kepada komunitas Nissan-Datsun agar mudik mereka menjadi lebih aman dan menyenangkan.

“Dengan meningkatnya mobilitas di masa mudik Lebaran, kami ingin memastikan pelanggan dapat berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman dengan aman dan nyaman,” ungkap Eiichi saat acara smart, safety dan eco driving workshop bersama komunitas Nissan-Datsun.

Sementara itu, Trainer Nissan College, Sugihendi, menyatakan setidaknya ada 10 aspek yang harus diperhatikan saat hendak mudik.

“Kesepuluh aspek tersebut antara lain, periksa ban, aki, rem, wiper, washer, oli mesin, radiator, lampu, kotak P3K, dan servis rutin secara berkala. Jika semua aspek tersebut dalam kondisi yang baik, akan membawa rasa tenang dalam perjalanan mudik,” ujar Sugihendi.

Pemudik, kata dia, harus memperhatikan beban muatan agar tidak berlebihan. Kemudian, beristirahat setiap mengemudi empat jam dan memastikan kaca belakang mobil tidak tertutup barang-barang bawaan.

“Pastikan semua barang dalam keadaan terikat atau diberi jaring pengaman, usahakan barang yang berat ada di posisi bawah untuk menjaga stabilitas, dan jangan menaruh bawaan melebihi ketinggian sandaran, karena dapat mengakibatkan cedera serius saat kecelakaan,” katanya.

Sugihendi mengimbau agar pemudik untuk melakukan akselerasi secara bertahap, hindari membebani mesin atau putaran mesin secara berlebihan, dan menyesuaikan cara berkendara saat menghadapi kemacetan untuk menghindari konsumsi bahan bakar yang boros.

“Untuk jalanan macet stop and go, injaklah pedal gas dengan sangat halus, dan apabila memungkinkan pergunakanlah hanya pedal rem saja untuk transmisi automatic dan CVT untuk mengurangi penggunaan bahan bakar,” tutupnya.

 

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya