Cara Aberdeen Ajak Kaum Milenial Berinvestasi Reksa Dana

PT Aberdeen Asset Management menjalin kerja sama dengan Philip Sekuritas Indonesia meluncurkan microsite '10 Golden Rules'.

oleh Arthur Gideon diperbarui 16 Jun 2017, 11:43 WIB
PT Aberdeen Asset Management menjalin kerja sama dengan Philip Sekuritas Indonesia meluncurkan microsite '10 Golden Rules'.

Liputan6.com, Jakarta - PT Aberdeen Asset Management (Aberdeen) menjalin kerja sama dengan Philip Sekuritas Indonesia (PSI) meluncurkan microsite “10 Golden Rules”, platform digital untuk belajar mengenai investasi reksa dana. Dalam microsite ini, Aberdeen berusaha untuk meningkatkan pemahaman masyarakat soal cara berinvestasi lewat reksa dana.

Presiden Direktur Aberdeen Asset Management Sigit P Wiryadi menjelaskan, Ramadan identik dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Kebanyakan orang, khususnya anak muda, menghabiskan bonus ini untuk kegiatan konsumtif. Padahal jika diinvestasikan, bonus ini bisa jadi modal perencanaan keuangan masa depan.

“Persepsi bahwa produk investasi itu mahal dan memiliki risiko tinggi menjadi salah satu penyebab orang masih enggan berinvestasi. Persepsi-persepsi salah mengenai investasi ini yang harus kita ubah. Investasi, apalagi lewat reksa dana, bukan sesuatu yang rumit. Ini yang menjadi alasan kami meluncurkan kampanye edukasi lewat microsite," jelas Sigit seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (16/6/2017).

Kampanye ini juga merupakan bagian dari komitmen Aberdeen untuk mendukung pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam melakukan edukasi keuangan serta memberikan perspektif yang transparan kepada publik mengingat pemahaman akan pengetahuan dan informasi merupakan salah satu kunci kesuksesan investasi.

Euromonitor International mempredikasi bahwa kelas ekonomi menengah ke atas di Indonesia akan tumbuh dari 17,3 juta keluarga di tahun 2014 menjadi lebih dari 20 juta keluarga di tahun 2030. Kala itu, golongan usia muda produktiflah yang mendominasi.

“Oleh karena itu, penting untuk mengedukasi sedini mungkin tentang pentingnya berinvestasi kepada generasi muda, yang dalam 10 atau 20 tahun ke depan akan mendominasi ekonomi dan segmentasi konsumen Indonesia,” ucap Sigit.

Investasi dalam bentuk produk reksa dana di kalangan milenial Indonesia masih terbilang masih rendah. Mayoritas anak muda masih belum berpikir untuk memiliki produk investasi, atau cenderung memilih menabung secara konvensional. Namun begitu, tren memperlihatkan pertumbuhan kesadaran berinvestasi yang mulai meningkat jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Direktur Utama Phillip Sekuritas Indonesia Daniel Tedja menambahkan, semakin mudahnya pertukaran akses informasi berkontribusi besar pada meningkatnya kesadaran generasi milenial terkait pengetahuan dasar seputar instrumen investasi. Apalagi didukung dengan berbagai program literasi keuangan bagi pemerintah dan pelaku industri yang telah digalakkan.

"Di Phillip Sekuritas Indonesia sendiri, kami semakin gencar melakukan penetrasi di kalangan milenial. Secara segmentasi, pasar ini sangat potensial untuk dikembangkan. Ini yang kemudian juga membuat kami menyambut baik ajakan Aberdeen Asset Management untuk bekerja sama dalam kampanye edukasi ini,” ujar dia. 

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya