Aktivitas di Pelabuhan Bengkulu Kian Meningkat Jelang Lebaran

Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Samudra, Pulau Baai, Bengkulu, meningkat tajam hingga mencapai angka 500 persen.

oleh Yuliardi Hardjo Putro diperbarui 15 Jun 2017, 05:01 WIB
Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Samudra, Pulau Baai, Bengkulu, meningkat tajam (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Liputan6.com, Bengkulu - Dua pekan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Samudra, Pulau Baai, Bengkulu, meningkat tajam. Tak tanggung-tanggung, peningkatan jumlah bongkar muat peti kemas ini mencapai angka 500 persen.

General Manager PT Pelindo II Cabang Bengkulu selaku pengelola otoritas Pelabuhan Pulau Baai, Drajat Sulistyo mengatakan, jika pada periode Maret hingga pertengahan Mei 2017, secara rutin aktivitas bongkar muat hanya berjumlah paling banyak 500 peti kemas. Namun, periode Mei hingga Juni 2017, sudah menyentuh angka 2.500 peti kemas.

"Mayoritas peningkatan pada pengiriman kontainer minuman bersoda, produk ritel seperti sabun dan sejenisnya, juga produk sembako," ucap Drajat di Bengkulu, Rabu, 14 Juni 2017.

Melonjaknya angka pengiriman barang melalui jalur laut ini, menurut Drajat, dipicu dua alasan utama. Pertama karena antisipasi menjelang Lebaran. Pemicu lain disebabkan infrastruktur jalan yang dalam kondisi rusak menyebabkan pengiriman barang dialihkan lewat jalur laut.

Pelindo sendiri berencana menambah luas terminal bongkar muat pelabuhan khusus untuk peti kemas. Saat ini maksimal daya tampung yang ada hanya mampu 70 ribu peti kemas. Pengembangan akan dilakukan hingga akhir tahun 2018 dengan kapasitas daya tampung terminal hingga mencapai 200 ribu peti kemas.

PT Pelindo II berencana melakukan pengembangan terminal petikemas di Bengkulu untuk menopang kawasan industri baru yang akan dibangun hingga tahun 2020 (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Pengembangan juga akan dilakukan terhadap terminal curah kering untuk menampung pengiriman barang sejenis batu bara dan cangkang kepala sawit, kopi, dan karet dengan kapasitas 10 juta ton per tahun. Terminal curah cair untuk menampung pengiriman barang seperti minyak mentah sawit atau crude palm oil/CPO dengan kapasitas 3,6 juta ton per tahun.

Kondisi alur masuk pelabuhan yang sempat mengalami kritis pada posisi minus 3,2 Law Water Spring (LWS) pada akhir 2016, saat ini sudah dilakukan pengerukan hingga pada posisi minus 10 LWS. Artinya, sudah mampu dilewati kapal dengan bobot 52 ribu ton.

"Pengerukan alur terus kita lakukan demi menjaga stabilitas operasional pelabuhan," kata Drajat.

Aktifitas bongkar muat di terminal petikemas kawasan Pelabuhan Samudra Pulau Baai Bengkulu meningkat jelang lebaran (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo)

Ia memastikan rencana pembangunan kawasan industri baru yang dicanangkan Gubernur Ridwan Mukti di sekitar Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, akan terwujud pada tahun 2019.

Saat ini pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap berkekuatan 2x100 megawatt terus dikebut untuk menjamin ketersediaan pasokan listrik di kawasan industri dan diharapkan siap beroperasi pada akhir 2018.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya