Jurus Surabaya Atasi Macet Jelang Kehadiran Trem di Tunjungan

Dua jalur di Jalan Tunjungan nantinya digunakan untuk trem, sedangkan satu jalur lainnya difungsikan sebagai pedestrian.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 12 Jun 2017, 08:30 WIB
Dua jalur di Jalan Tunjungan nantinya digunakan untuk trem, sedangkan satu jalur lainnya difungsikan sebagai pedestrian. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP), Erna Purnawati dibantu Linmas, Satpol PP serta DKP membongkar bangunan di Jalan Simpang Dukuh Surabaya Jawa Timur.

Pembongkaran bangunan dilakukan sebagai pengalihan jalur di Jalan Tunjungan yang relatif banyak terpotong oleh pengerjaan proyek pembangunan trem. Dengan pemindahan arus ke Simpang Dukuh, lalu lintas diharapkan bebas dari kemacetan saat pengerjaan trem dimulai.

"Jadi, semula kan empat dan kita potong menjadi tiga bagian. Yang nanti dua jalur untuk trem dan satu jalur mengarah ke barat untuk pedestrian jalan. Namun, ini masih dikaji oleh Dishub dan kepolisian apakah satu atau dua arah," tutur Wali Kota yang karib disapa Risma di sela-sela pembongkaran jalan, Jumat, 9 Juni 2017.

Pembongkaran bangunan itu telah mendapat ganti rugi dari Dinas PU. Total ada 23 bangunan dengan rincian bangunan yang dibongkar pada Jumat lalu sebanyak empat persil, sedangkan tujuh persil masih dalam proses konsinyasi di pengadilan.

"Uang sudah di pengadilan, namun memang terdapat beberapa bangunan rumah yang bermasalah terkait surat rumah yang bukan atas nama warga itu sendiri tapi milik orang lain. Kita meminta warga menyelesaikannya itu dulu," kata Risma.

Risma menargetkan pengerjaan jalan di kawasan Simpang Dukuh tahun ini harus selesai tahun ini sebab sudah ada kontrak. Ia berharap proses pengerjaan berjalan lancar dan bisa selesai dalam waktu empat bulan.

"Jadi ketika pembangunan trem berlangsung, warga sudah tidak mengeluh terkait penyempitan jalan," ucapnya.

"Dan jumlah biaya yang dikeluarkan oleh Pemkot dalam pembangunan jalan tersebut sekitar Rp 6 miliar," katanya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) Erna Purnawati mengatakan dirinya bersama Dishub sudah mengantisipasi penggunaan Jalan Tunjungan untuk jalur trem, yakni dengan pelebaran Jalan Simpang Dukuh dan pengerjaan pelebaran ini akan dikerjakan secara paralel.

"Untuk antisipasi penggunaan Jalan Tunjungan untuk jalur trem, Insya Allah sudah kita hitung manajemen dan rekayasa lalin. Makanya, kita alihkan ke Genteng Kali dan Simpang Dukuh," ujar Erna.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya