Tahanan Polisi Masuk Islam Setelah Lihat Gerakan Salat

Tahanan Polres Meranti itu terpukau gerakan salat dan lantunan ayat-ayat Alquran, sehingga memutuskan masuk Islam.

oleh M Syukur diperbarui 01 Jun 2017, 04:05 WIB
Tahanan di Meranti Riau masuk Islam usai lihat gerakan salat (Liputan6.com / M.Syukur)

Liputan6.com, Meranti - Musriyadi alias Cinkiong berpindah keyakinan saat ditangkap dan dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Kepulauan Meranti, Riau. Pada hari kelima Ramadan tahun ini, dia memutuskan menganut Islam.

Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo menjelaskan, Musriyadi mengucapkan dua kalimat s‎yahadat di musala Mapolres Kepulauan Meranti pada Rabu 31 Mei 2017 sekitar pukul 10.00 WIB. Dia dibimbing oleh ustaz Fauzi, sehingga sah menjadi mualaf atau pemeluk agama Islam baru.

"Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, tahanan tindak pidana umum ini diberi nasehat terlebih dahulu dan ceramah," kata mantan Kapolres Pelalawan tersebut.

Guntur menyatakan, Musriyadi sebelum ditahan di Mapolres Meranti merupakan penganut Budha. Masuk lima hari Ramadan, hatinya tergugah menganut Islam tanpa adanya paksaan ataupun ajakan dari tahanan lainnya.

Musriyadi terkesan setelah beberapa hari melihat tahanan lainnya melaksanakan salat lima waktu dan membaca kitab suci Alquran. Dia mendapat hidayah setelah melihat gerakan dalam salat dan mendengar bacaan kita suci tersebut.

"Tanpa paksaan karena terkesan dengan gerakan salat dan mendengar kita suci Islam," sebut Guntur.

‎Usai pembacaan syahadat, Musriyadi diberi pemahaman tentang rukun iman, rukun Islam, kewajiban melaksanakan Shalat lima waktu dan dianjurkan selalu bertutur kata baik kepada sesama.

Musriyadi juga diajarkan bagaimana saling menghormati dan saling sayang menyayangi terhadap sesama penganut Islam dan menghargai penganut agama lain.

"Semuanya itu diajarkan oleh ustaz sebagai wujud akhlak seorang yang memeluk agama Islam," kata Guntur.

‎Usai kegiatan tersebut, Musriyadi langsung dibawa ke klinik Mapolres Kepulauan Meranti. Dia langsung dikhitan sebagai syarat wajib bagi seorang pemeluk agama Islam. Khitan dilakukan oleh dr Misri Hasanto.

Guntur menghimbau kepada personil Polres Meranti yang beragama Islam agar selalu membimbing Musriyadi dalam menjalankan ibadah dan mendalami Islam. Tahanan lain juga diminta membantu Musriyadi kalau kesulitan dalam menjalankan ibadah.‎

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya