Kerajaan Belgia Tersinggung dengan Iklan Burger King

Dalam iklannya, perusahaan makanan cepat saji itu meminta warga Belgia memilih siapa yang layak berkuasa: Raja Philippe atau Burger King.

oleh Khairisa Ferida diperbarui 30 Mei 2017, 19:40 WIB
Raja Philippe dan Ratu Mathilde (AP)

Liputan6.com, Brussels - Salah satu raksasa makanan cepat saji dunia, Burger King, membuat berang monarki Belgia. Pasalnya, dalam iklannya, mereka meminta warga Belgia untuk memilih siapa yang layak berkuasa di negara itu, Raja Philippe atau Burger King.

Iklan tersebut muncul menyusul akan diluncurkannya merek makanan cepat saji asal Amerika Serikat itu di Belgia pada bulan depan.

Pihak istana telah meminta keterangan dari Burger King cabang Belgia terkait dengan iklan tersebut.

"Kami sampaikan kepada mereka, kami tidak senang mereka menggunakan gambar raja dalam iklan mereka," ungkap Juru Bicara Istana Pierre-Emmanuel De Bauw, seperti Liputan6.com kutip dari Independent, Selasa (30/5/2017).

De Bauw menambahkan bahwa gambar raja yang ditampilkan dalam bentuk kartun tidak diizinkan untuk digunakan dalam ranah komersial.

Shana Van den Broeck, juru bicara Burger Brands Belgia mengatakan, pihak perusahaan tengah mempertimbangkan perubahan pada iklan tersebut.

"Kami tengah mempertimbangkan bagaimana selanjutnya. Jika kami membuat perubahan atas iklan, kami akan mengomunikasikannya," terang den Broeck.

Iklan animasi Burger King tersebut menampilkan Raja Philippe yang dinobatkan pada tahun 2013, lalu terdapat pengumuman peluncuran merek makanan cepat saji tersebut di Belgia pada bulan depan.

"Dua raja. Satu mahkota. Siapa yang akan memimpin? Silakan pilih sekarang...," demikian slogan dalam iklan tersebut.

Siapa pun yang memilih Raja Philippe, kemudian akan dihadapkan pada serangkaian pertanyaan seperti, "Apakah Anda yakin? Dia (Raja Philippe) tidak akan memasak kentang goreng untuk Anda."

Isu pemungutan suara di Belgia cukup sensitif karena membangkitkan kembali sejarah referendum pada tahun 1950.

Dengan suara 57,68 persen, Raja Leopold III terpaksa turun takhta dan menyerahkan mahkota kepada paman Raja Philippe.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya