Liputan6.com, Jakarta Mencetak hattrick dalam sebuah laga bisa dibilang sangat luar biasa. Apalagi, si pemain sukses melakukannya di Liga Inggris, kompetisi paling sengit yang ada di muka bumi.
Permainan di Liga Inggris memang cukup bikin pemain frustrasi. Tekanan yang datang ditambah padatnya pertandingan membuat pemain kadang merasa pusing untuk menunjukkan performa sesuai yang diharapkan.
Advertisement
Tengok saja Andriy Shevchenko. Dengan CV cemerlangnya bersama AC Milan, nyatanya Sheva tak mampu tampil baik dan cetak hattrick di Liga Inggris bersama Chelsea. Total ia mencetak 22 gol dalam 76 pertandingan di seluruh kompetisi selama tiga musimnya di Stamford Bridge, 2006-2009.
Akan tetapi, nasib berbeda justru dialami sederetan nama di bawah ini. Apalagi, mereka punya status sebagai pencetak hattrick terbanyak.
Lantas, siapa saja si pemain itu? Berikut lima di antaranya dikutip dari Sportskeeda:
5. Harry Kane - Tottenham Hotspur
Ketika Harry Kane tampil di musim 2014/15, Mauricio Pochettino sudah cukup punya alasan untuk menyingkirkan Roberto Soldado dan Emmanuel Adebayor. Inilah striker berusia 20 tahun yang bekerja keras di lapangan untuk masuk ke posisi mencetak gol.
Soldado dan Adebayor sejak saat itu menghilang, sementara Kane membuat rekor baru setiap musim. Untuk musim ketiga berturut-turut, ia telah mencetak setidaknya 20 gol di liga yang menempatkannya di antara nama-nama elit seperti Alan Shearer, Ruud van Nistelrooy dan Thierry Henry.
Dengan empat gol melawan Leicester City pada game kedua terakhir musim ini, Kane memasukkan namanya ke dalam daftar Golden Boot menuju ke hari terakhir. Dia sebelumnya mencetak hat-trick melawan West Bromwich Albion dan Stoke City dalam kemenangan 4-0 di White Hart Lane.
4. Luis Suarez - Liverpool
Ketika Liverpool menandatangani Luis Suarez dari Ajax di bursa transfer Januari 2011, mereka mendapat lebih dari segalanya. Dengan kepergian Fernando Torres, The Reds mencari pengganti yang sepadan dan menemukan pemain kelas dunia di dalam diri striker Uruguay itu.
Kontroversi mengacaukan karirnya di Inggris dengan tuduhan rasialis dan insiden menggigit, tapi tidak ada keraguan tentang kualitasnya di lapangan. Dua musim terakhirnya membuatnya rata-rata 30 gol di semua kompetisi (27 di Premier League).
Musim 2013/14 adalah yang terbaik Suarez di klub saat ia masuk ke daftar top skorer dengan 31 gol. Sempat diskorsing karena ulah gigitannya, dia kembali dengan menggila saat mencatatkan hat-trick di pertandingan pertamanya di Anfield dalam kemenangan 4-1 atas West Brom yang juga merupakan yang pertama di kandang Liverpool. Beberapa minggu kemudian dia membuat Norwich jadi korban hattrick lain dalam sebuah pukulan 5-1.
Striker tersebut kemudian mengantongi hat-trick ketiganya dalam kemenangan 6-3 di Cardiff City pada bulan Maret 2014. Bersama Liverpoo, ia juga meraih penghargaan PFA Of the Year dan FWA Player of the Year.